Beberapa Daerah Pariwisata akan Diprioritaskan Vaksinasi

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Andi Nur Aminah

Pengunjung menjalani rapid test antigen di Saung Angklung Udjo, Jalan Padasuka, Kota Bandung. Rapid test antigen gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan Kota Bandung dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung tersebut dilakukan secara acak kepada sedikitnya 50 orang pengunjung, pegawai serta warga sekitar sebagai langkah antisipasi potensi penyebaran Covid-19. Foto: Abdan Syakura/Republika
Pengunjung menjalani rapid test antigen di Saung Angklung Udjo, Jalan Padasuka, Kota Bandung. Rapid test antigen gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan Kota Bandung dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung tersebut dilakukan secara acak kepada sedikitnya 50 orang pengunjung, pegawai serta warga sekitar sebagai langkah antisipasi potensi penyebaran Covid-19. Foto: Abdan Syakura/Republika | Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan dalam masa bertahan untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif saat pandemi Covid-19 sangat rumit. Dia menuturkan jumlah kunjungan wisatawan sangat terpengaruh saat pandemi Covid-19.

“Kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara sangat bergantung pada kebijakan dalam menangani Covid-19 dari sisi kesehatan,” kata Sandiaga dalam diskusi virtual bersama Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE), Ahad (31/1) malam.

Baca Juga

Sandiaga menuturkan, pemerintah masih menghitung penerimaan devisa negara yang diproyeksikan antar empat hingga tujuh miliar dolar AS pada 2020. Jika pendapatan devisa negara pada tahun ini dapat dipertahankan pada angka 70 hingga 80 persen, Sandiaga mengatakan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tidak akan turun lebih parah lagi dibandingkan 2020.

Dia menegaskan, Kemenparekraf akan maksimal dalam mendukung program penggunaan masker dan protokol kesehatan. Sandiaga mengatakan, Kemenparekraf juga mendukung program vaksinasi nasional.

“Malah kita minta beberapa daerah pariwisata dan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di garda depan diberikan prioritas dari sisi vaksinasi,” tutur Sandiaga.

Sandiaga mengatakan, Kemenparekraf rela anggaran 2021 sebesar Rp 324 miliar dipotong. Selama anggaran tersebut dialokasikan untuk program vaksinasi dan penanganan Covid-19 bagi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Kapan Sektor Pariwisata Pulih? Ini Kata Sandiaga Uno

Kunjungan Wisatawan Bergantung Penanganan Covid-19

AS Diperingatkan Potensi Lonjakan Kasus Varian Baru Corona

Ada Kekhawatiran dengan Munculnya Digitalisasi Pendidikan

Israel Beri Palestina 5.000 Dosis Vaksin Covid-19

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image