Wapres: Upaya Penanganan Covid-19 Didasarkan Penelitian

Red: Ratna Puspita

Wakil Presiden Maruf Amin.
Wakil Presiden Maruf Amin. | Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma’ruf Amin menegaskan bahwa upaya penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah didasarkan pada penelitian ilmiah dan ilmu kedokteran. Karena itu, langkah pemerintah menangani pandemi Covid-19 harus ditaati oleh masyarakat sebagai upaya menekan laju penularan Covid-19.

"Semua ini, melakukan 3M, vaksinasi dan penerapan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat), itu kan didasarkan pada penelitian ilmiah, menurut ilmu kedokteran. Seperti dikatakan ulama Syekh Sulaiman, ilmu yang dimaksud dengan kedokteran itu merupakan sebab-akibat dalam rangka menghindari bahaya dan mengambil kemanfaatan," kata Wapres Ma’ruf di Jakarta, Senin (1/2).

Karena itu, ia mengatakan, orang-orang yang menentang upaya-upaya penanganan Covid-19 berdasarkan penelitian ilmiah tersebut merupakan kelompok kafir. "Orang yang mengingkari tentang adanya Allah telah menetapkan segala sesuatu yang terjadi, kata Syekh Sulaiman, adalah kafir, bahwa siapa yang mengingkari itu semua adalah termasuk kafir terhadap Allah," tukasnya.

Wapres juga meminta masyarakat untuk mengabaikan ajakan yang dapat menghambat upaya pemerintah dalam menekan penyebaran kasus Covid-19. "Bahkan Syekh Sulaiman mengatakan siapa yang mengatakan ilmu kedokteran itu tidak ada faedahnya, dia berarti telah menolak penciptanya dan pembuat syariat, yaitu Allah SWT. Maka omongan seperti itu tidak boleh diperhatikan, tidak perlu dihiraukan," tegasnya.

Karena itu, Wapres mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Islam, untuk mengikuti anjuran para ulama dalam hal menghindari penularan virus yang dapat membahayakan banyak pihak. "Marilah kita ikuti anjuran para ulama bahwa menghindari penularan wabah yang sangat berbahaya itu melalui 3M, melalui vaksinasi, melalui penerapan PPKM merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam khususnya, dan masyarakat pada umumnya," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Wapres: Ikuti 3M, PPKM, dan Vaksinasi adalah Wajib

Emil Ungkap 20 Ribu Kasus Covid di Jabar Belum Terlaporkan

Kasus aktif Covid-19 Indonesia tertinggi di Asia

Banyak Karyawan Hotel dan Resto Palembang Masih Dirumahkan

Sudah 13.300 Jenazah Dikubur dengan Protokol Covid di DKI

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image