Habib Hanif Alatas Ditahan di Rutan Bareskrim

Rep: Ali Mansur/ Red: Andi Nur Aminah

Menantu Imam Besar Habib Rizieq Syihab Habib Hanif Alathos (kanan)
Menantu Imam Besar Habib Rizieq Syihab Habib Hanif Alathos (kanan) | Foto: Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menantu Habib Rizieq Shihab (HRS), Habib Hanif Alatas, mantan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Shabri Lubis dan beberapa tersangka lainnya ditahan di rumah tahanan (rutan) Bareskrim Polri, pada Senin (8/2). Hanif ditahan karena kasus RS Ummi Bogor. Sedangkan Ahmad Shabri Lubis, Haris Ubaidillah, Habib Ali Alwi Alatas, Habib Idrus Alhabsy, Maman Suryadi terkait kasus kerumunan massa di Petamburan dan di Tebet.

"Penahanan, terhadap tujuh orang tersangka dilakukan penahanan di rutan untuk masa waktu selama 20 hari terhitung sejak tanggal 08 Februari 2021 sampai dengan 27 Februari 2021 dan ditempatkan di Rutan Salemba Cabang Bareskrim Mabes Kepolisian RI di Jakarta Selatan," ujar Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejakgung, Leonard Ebenezer Simanjuntak dalam keterangannya, Senin (8/2)

Baca Juga

Menurut Leonard, penahanan ketujuh tersangka dilakukan untuk mempermudah proses penyelesaian perkaranya dengan mempertimbangan unsur obyektif dan unsur subyektif. Namun satu tersangka Andi Tatat yang merupakan Direktur Utama (Dirut) RS Ummi, Bogor tidak dilakukan penahanan.

"AA atas permohonan yang bersangkutan dan pertimbangan tenaganya sangat diperlukan dalam penanggulangan pandemi Covid 19 maka kepada yang bersangkutan tidak dikenakan penahanan," jelasnya.

Leonard merinci tersangka kasus kerumunan massa di Petamburan, Jakarta Pusat dan di Jalan Tebet Utara dan Petamburan Jaksel pada 13 November 2020 dan 14 November 2020, yaitu HRS dengan sangkaan melanggar pasal 160 KUHP dan / atau pasal93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal 216 KUHP jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kemudian tersangka Haris Ubaidillah (HU), Maman Suryadi (MS), Ali Alwi Alatas (AAA), Ahmad Shobri Lubis (ASL) dan Idrus Alhabsy (IA) dengan sangkaan melanggar pasal93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal 216KUHP jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selanjutnya untuk untuk kasus kerumunan massa di Megamendung, Polisi hanya menetapkan satu tersangka, yaitu HRS. Dalam kasus ini, ia dianggap melanggar pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular dan / atau pasal93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan / atau pasal 216 KUHP.

Terakhir kasus RS Ummi, Polisi menetapkan tiga tersangka yaitu tersangka Andi Tatat (AA), dan Muhammad Hanif Alalatas (MHA) dan HRS. Ketiga tersangka dijerat pasal 14 dan atau pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular dan / atau pasal 216 KUHP jo. pasal 55 KUHP dan atau pasal 56 KUHP. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Menantu HRS dan Mantan Ketum FPI Ditahan

Kemenag Larang ASN Gabung Organisasi Terlarang  

Bareskrim Serahkan Kembali 4 Berkas Perkara HRS ke Kejakgung

Ada-tidaknya Pidana dari 92 Rekening FPI Ditentukan Besok

Top 5 News: Anies Ditantang Gerindra, Abu Janda Merusak NU

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image