Kamis 11 Feb 2021 23:23 WIB

KTP Ketinggalan Saat Bobol Minimarket, Dua Perempuan Diciduk

Polisi menduga kedua pelaku merupakan spesialis pembobol minimarket.

Minimarket (ilustrasi)
Foto: nusawarta
Minimarket (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua pembobol minimarket ditangkap setelah KTP salah satu pelaku tertinggal di lokasi. Dua pelaku yang merupakan perempuan berinisial SF (26 tahun) dan AFC (27) diciduk di kontrakannya di Jatimakmur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta, Kamis (11/2), menjelaskan kejadian pencurian tersebut terjadi pada Jumat (29/1) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat hendak membuka toko, pemilik minimarket menyadari gerainya telah dibobol. Minimarket itu berlokasi di Jatimakmur, Kota Bekasi.

"Pada jam 06.00 WIB pagi, pemilik dari minimarket pada saat akan kerja itu melihat minimarket sudah jebol. Cuma pada saat dia melihat pengecekan di minimarket itu menemukan KTP yang kemudian dilaporkan ke kepolisian dan dari KTP itu penyidik melakukan penyelidikan," kata Yusri.

Temuan KTP atas nama SF dan peristiwa pembobolan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap SF dan AFC di kontrakannya pada 3 Februari 2021.

"KTP itu milik SF, dari situ dilakukan penyelidikan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka di rumah kontrakannya di daerah Jatimakmur, Kota Bekasi," tambahnya.

Dijelaskan Yusri, modus keduanya adalah membobol kunci pintu rolling door minimarket yang sudah tutup. Untuk memuluskan aksinya, kedua tersangka menggunakan seragam dari minimarket yang dibobolnya sehingga masyarakat yang melihatnya aksi keduanya tidak curiga.

"Setelah berhasil masuk mengambil barang milik minimarket tersebut yang memang kosong. Produk yang ada di sana itu ada beberapa yang diambil, baik itu peralatan peralatan rumah tangga, makanan dan lain sebagainya," kata Yusri.

Saat diperiksa lebih lanjut keduanya mengaku baru sekali melakukan pencurian di minimarket, meski demikian penyidik kepolisian mengatakan ada indikasi bahwa keduanya adalah spesialis pembobol.

Akibat perbuatannya, SF dan AFC kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman tujuh tahun penjara.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement