Ahad 21 Feb 2021 10:35 WIB

PLN Jatim Amankan Jaringan dari Gangguan Pohon Tumbang

PLN Jatim kerahkan 316 pegawai amankan jaringan dalam program Gerebek Penyulang

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pekerja memperbaiki jaringan listrik untuk rumah tangga di kawasan pemukiman padat penduduk di Jodipan, Malang, Jawa Timur. PLN Unit Induk Distribusi (UIT) Jawa Timur melalui 16 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) yang ada di bawahnya melaksanakan program 'Gerebek Penyulang.' Yakni gerakan melakukan pengamanan jaringan listrik dari ancaman pohon tumbang.
Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Pekerja memperbaiki jaringan listrik untuk rumah tangga di kawasan pemukiman padat penduduk di Jodipan, Malang, Jawa Timur. PLN Unit Induk Distribusi (UIT) Jawa Timur melalui 16 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) yang ada di bawahnya melaksanakan program 'Gerebek Penyulang.' Yakni gerakan melakukan pengamanan jaringan listrik dari ancaman pohon tumbang.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- PLN Unit Induk Distribusi (UIT) Jawa Timur melalui 16 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) yang ada di bawahnya melaksanakan program 'Gerebek Penyulang.' Yakni gerakan melakukan pengamanan jaringan listrik dari ancaman pohon tumbang. Setidaknya ada 316 pegawai dan petugas pelayanan teknik yang melakukan pengamanan Right of Way (ROW) minimal 3 meter pada jaringan distribusi 20 kV yang tersebar di seluruh Jatim.

Senior Manager PLN UID Jawa Timur, Adriansyah menjelaskan 316 personel yang diterjunakan dibagi ke dalam 83 regu. Para petugas juga dilengkapi dengan armada pendukung berupa 56 unit kendaraan pickup, 22 unit kendaraan truck, dan 9 unit skylift.

“Kegiatan gerebek penyulang dilaksanakan sebagai langkah preventif khususnya terhadap penyebab gangguan akibat tanaman yang tumbuh di sekitar jaringan listrik, utamanya dalam menghadapi kondisi anomali cuaca yang terjadi belakangan ini," ujar Ardiansyah di Surabaya, Ahad (21/2).

Ardiansyah menegaskan, keandalan pasokan listrik perlu tetap dijaga meskipun di tengah cuaca ekstrim yang terjadi. Ia mengatakan, pelaksanaan kegiatan yang dikerjasamakan dengan Dinas Kebersihan & Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) difokuskan pada perabasan dahan, potong, dan tebang pohon yang berjarak minimal 3 meter di sekitar jaringan listrik 20 kV yang berpotensi besar menyebabkan gangguan pasokan listrik.

Diharapkan setidaknya sepanjang 67 kms (kilometer sirkuit) jaringan distribusi di seluruh UP3 dapat terbebas dari potensi gangguan akibat tumbuhan. Selain itu, kata Ardiansyah, dilakukan juga pemeliharaan konstruksi dan gardu beton serta pemeliharaan preventif pemasangan seng anti panjat binatang.

“Cuaca anomali tidak menjadikan alasan listrik tidak handal dan aman. Oleh karena itu kita lakukan antisipasi dengan rabas atau tebas pohon dan pengamanan konstruksi jaringan listrik yang berpotensi membahayakan apabila nanti ada anomali cuaca seperti angin puting beliung maupun longsor,” kata dia.

Ardiansyah berharap, masyarakat pun turut berpartisipasi dengan melaporkan potensi penyebab gangguan kelistrikan  baik yang ditimbulkan oleh pohon atau benda lainnya. Partisipasi yang dimaksud adalah dengan melaporkan melalui Contact Center PLN 123 maupun melalui aplikasi PLN Mobile.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement