Berapa Lama Antibodi Terbentuk Usai Vaksinasi?

Red: Yudha Manggala P Putra

Petugas bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan saat kegiatan vaksinasi massal dosis pertama di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Petugas bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan saat kegiatan vaksinasi massal dosis pertama di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. | Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Vaksinasi Covid-19 di Indonesia dijalankan dalam dua fase pemberian dosis.  Pemberian dua kali tersebut masing-masing memiliki tujuan. Salah satunya membentuk antibodi yang optimal terhadap virus SARS CoV 2. Lalu, berapa lama, antibodi terbentuk usai penyuntikan dosis kedua?

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebut pemberian vaksin di Indonesia diberikan dalam dua fase pemberian dosis. Suntikan dosis pertama pada vaksinasi Covid-19 bertujuan memicu respons kekebalan awal. Sedangkan suntikan dosis kedua untuk menguatkan respons antibodi yang sebelumnya sudah terbentuk.

"Suntikan kedua merupakan booster untuk kekebalan lebih optimal. Sehingga, imunitas baru yang terbentuk setelah 28 hari setelah penyuntikan dosis kedua. Jadi, memang butuh waktu untuk tubuh kita membentuk antibodi yang optimal," kata Nadia.

Nadia menerangkan meskipun seseorang sudah divaksin Covid-19, masih tetap memiliki risiko terpapar dan tertular Covid-19. Namun, dengan vaksinasi diharapkan tubuh menjadi lebih siap untuk melawan virus penyebab Covid-19, sehingga penyakitnya bisa dihindari, atau jika jatuh sakit tidak mengalami gejala berat atau parah.

"Kami sampaikan bahwa dengan adanya vaksinasi, kita masih memiliki kewajiban untuk tetap disiplin dan menerapkan protokol kesehatan. Karena, selain untuk menjaga diri sendiri, masih dibutuhkan waktu bersama masyarakat Indonesia untuk mencapai kekebalan kelompok," kata dia.

Dia mengimbau agar masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan 3M, membatasi mobilitas, menghindari kerumunan, penguatan 3T dari pemerintah daerah, dibarengi dengan program vaksinasi Covid-19 untuk menciptakan kekebalan kelompok di masyarakat.

Menurut Nadia, seluruh aspek tersebut tidak bisa berdiri sendiri melainkan harus dijalankan secara berbarengan dan berkesinambungan. Nadia mengatakan bahwa pemerintah memastikan untuk menjamin keamanan bagi masyarakat dalam program vaksinasi dengan mekanisme antisipasi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

"Hingga saat ini tidak ditemukan adanya efek yang berat, yang ada hanya efek samping ringan, seperti reaksi lokal, nyeri, kemerahan, gatal-gatal pada lokasi suntikan yang dapat disembuhkan dalam kurun waktu sangat singkat," papar Nadia.


sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Vaksin Covid pada Lansia Diharapkan Tekan Angka Kematian

Posko Covid Level RT/RW Diminta Data Lansia untuk Divaksin

Vaksinasi Nakes Belum Rampung, Ini Penjelasan Satgas

Positif Covid-19 Depok Tambah 339, Sembuh 306 Orang

Wagub Minta Panitia Benahi Vaksinasi Covid di Tanah Abang

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark