Politisi PDIP Ihsan Yunus Diperiksa KPK 8 Jam

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ilham Tirta

Anggota Komisi II DPR RI M Rakyan Ihsan Yunus duduk di ruang tunggu sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Ihsan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka MJS (Matheus Joko Santoso) dalam kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020.
Anggota Komisi II DPR RI M Rakyan Ihsan Yunus duduk di ruang tunggu sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Ihsan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka MJS (Matheus Joko Santoso) dalam kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020. | Foto: ANTARA/Galih Pradipta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politisi PDI Perjuangan Ihsan Yunus diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih dari delapan jam. Anggota Komisi II DPR ini diperiksa terkait perkara suap bantuan sosial (bansos) Covid-19.

"Intinya saya sudah menjelaskan semua kepada penyidik. Kalau mau ada yang ditanyakan silahkan," kata Ihsan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, Kamis (25/2).

Meski demikian, politisi yang telah dirotasi menjadi anggota Komisi II DPR itu irit bicara saat diwawancara jurnalis usai menjalani pemeriksaan tersebut. Dia hanya meminta awak media untuk mengonfirmasi pemeriksaan dirinya ke tim penyidik KPK.

Kendati, Ihsan sempat mengonfirmasi rumah yang digeledah KPK pada Rabu (24/2) lalu benar merupakan miliknya. Rumah itu berlokasi di Pulogadung, Jakarta Timur.

"Iya rumah saya sudah digeledah kemarin," kata Ihsan singkat.

Sayangnya, dalam penggeledahan itu tim penyidik KPK mengaku gagal menemukan barang bukti terkait perkara. Tim penyidik tidak bisa menemukan satu dokumen apapun yang berkaitan dengan perkara yang saat ini menjerat mantan menteri sosial (mensos) Juliari Petter Batubara.

Nama Ihsan Yunus mencuat dalam rekonstruksi perkara yang dilakukan KPK pada Senin (1/2). Dalam rekonstruksi, tersangka pelaku suap bansos, Harry Van Sidabukke menyerahkan uang Rp 1,5 miliar dan dua sepeda Brompton dalam kesempatan berbeda kepada Agustri Yogasmara yang merupakan operator Ihsan Yunus.

Namun, nama Ihsan Yunus menghilang dalam surat dakwaan dua pelaku suap bansos yang saat ini tengah menjalani sidang di PN Tipikor Jakarta Pusat. Surat dakwaan itu juga tidak menjelaskan siapa Agustri Yogasmara.

KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus suap pengadaan bansos Covid-19 di Jabodetabek ini. KPK mentersangkakan mantan mensos Juliari Petter Batubara, dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kemensos Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW), Direktur Utama PT Tigapilar Argo Utama Ardian Iskandar Maddanatja (AIM) serta satu pihak swasta Harry Van Sidabukke.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Ihsan Yunus Irit Bicara Usai Diperiksa KPK

ICW Heran Nama Ihsan Yunus tak Ada di Dakwaan Perkara Bansos

Ini Peran Operator Ihsan Yunus di Kasus Juliari

Penggeledahan Rumah Ihsan Yunus yang Dinilai Terlambat

Kasus Bansos, KPK Panggil Tiga Politikus PDIP

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark