Wapres Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Atlet

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Andi Nur Aminah

Sejumlah atlet akan menjani vaksinasi Covid 19 hari ini (ilustrasi)
Sejumlah atlet akan menjani vaksinasi Covid 19 hari ini (ilustrasi) | Foto: Republika/Putra M. Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin pagi ini akan meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi para atlet, pelatih, dan tenaga pendukung di Istora Senayan Jakarta, Jumat (26/2). Dalam siaran pers Sekretariat Wakil Presiden disebutkan jika Wapres akan didampingi Menteri Pemuda dan olahraga saat meninjau pelaksanaan vaksinasi tersebut.

Program vaksinasi ini untuk para atlet, pelatih, dan tenaga pendukung ini merupakan perdana bagi insan keolahragaan. Selain itu, bagian lanjutan program vaksinasi nasional, khususnya untuk kelompok masyarakat tertentu yang diprioritaskan setelah tenaga kesehatan.

Rencananya, peserta vaksinasi atlet berjumlah 808 personil yang terdiri atas atlet, pelatih, dan tenaga pendukung yang berasal dari 40 organisasi (39 induk organisasi cabang olahraga dan 1 National Paralympic Committee).

Baca Juga

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan vaksinasi Covid-19 wajib bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk vaksin. Wapres mengatakan, untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity) maka 70 persen atau 182 juta penduduk Indonesia harus divaksin.

"Kalau menurut pandangan agama, kita ini fardu kifayah, wajib untuk melakukan vaksin itu," kata Ma'ruf usai melaksanakan vaksinasi di rumah dinas Wapres, Jakarta, Rabu (17/2).

Ia menjelaskan, kewajiban vaksin itu berlaku hingga tercapainya kekebalan komunitas (herd immunity) yakni 70 persen atau 182 juta penduduk Indonesia. Wapres pun mengajak masyarakat yang memenuhi kriteria vaksinasi mau untuk divaksin.

Apalagi, kini tak hanya usia 18 hingga 59 tahun, masyarakat di atas usia 60 tahun juga dibolehkan vaksin sepanjang memenuhi syarat. "Wajibnya sampai kapan? sampai nanti tercapainya herd immunity itu, sampai 70 persen tervaksin baru gugur kewajibannya. Artinya kalau belum tercapai itu, dia belum hilang kewajibannya," kata Ma'ruf.

Ma'ruf pun mengatakan jika upaya ini berhasil, Indonesia bisa segera mengakhiri pandemi Covid-19. Karenanya, ia mengingatkan, akan berdosa jika ada masyarakat yang memenuhi kriteria namun menolak untuk divaksin.

"Kalau dia tidak melaksanakan itu berdosa, bagi dia yang memang tidak bermasalah untuk divaksin, kecuali yang memang ada sesuatu yang memang tidak boleh divaksin," katanya

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Ini Alasan Lansia Jadi Prioritas Vaksin

Target Vaksinasi Covid-19 bagi Lanjut Usia

Vaksinasi Pedagang di Tanah Abang Kini Lebih Tertib

Eropa Kucurkan 20 Juta Euro untuk Vaksinasi di Palestina

Kabupaten Bogor akan Terima 7.600 Vial Vaksin Tahap Kedua

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark