Menkes Minta Pemda Gencarkan 3T

Red: Andri Saubani

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. | Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menginginkan strategi 3T, yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan) digencarkan pemerintah daerah (pemda). Penggencaran 3T sebagai upaya mengurangi laju penularan wabah Covid-19.

"Target operasinya atau tujuannya cuma satu, bagimana laju penularan Covid-19 bisa dikurangi, dan untuk bisa mengurangi laju penularan itu strateginya satu yaitu 3T, testing, tracing, dan treatment," kata Menkes Budi Gunadi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (1/3).

Baca Juga

Hal itu disampaikan Menkes dalam kunjungan kerja di Puskesmas Bambanglipuro Bantul dalam rangka penguatan Puskesmas dalam akselerasi testing, tracing, dan treatment,dengan dukungan keterpaduan tenaga kesehatan, TNI/Polri dan pemberdayaan masyarakat.

"Dan itu artinya kita cari siapa yang kena (positif Covid-19), begitu kena dia harus cepat-cepat diindentifikasi, kalau ketemu (positif) dia harus isolasi, supaya tidak menular, karena tujuannya itu mengurangi laju penularan," katanya.

Dengan demikian, menurut Menkes, orang yang konfirmasi terpapar corona langsung dapat diobati dan tidak menulari lain. Karena, jangan sampai ketika ada kasus positif terlambat diketemukan dan menulari orang lain dengan jumlah lebih banyak.

"Kalau ada satu orang yang kena, jangan sampai dia menular kedua orang atau lima orang, atau 10 orang, itu yang bahaya. Kalau bisa dari satu orang kena, dia nulari satu orang saja, lebih bagus lagi kalau dari dua orang yang kena nularinya hanya satu, dan itu pasti turun kasusnya," katanya.

Dia juga mengatakan, strategi penanganan pasien ketika dirawat di rumah sakit dan selter juga penting, kemudian pemberian vaksin agar orang terhindar dari infeksi juga utama. Namun, strategi 3T sejak awal diketemukan kasus sangat utama, terutama dalam 72 jam atau tiga hari pertama.

"Perubahan perilaku di sistem kesehatan kita, yaitu memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan itu penting, tapi ada satu yang penting sekali sebenarnya untuk mencegah penularan, karena virus ini dalam 14 hari mati, jadi kalau didiamkan mati sendiri, asalkan jangan kalah kondisi kita," katanya.

Dia menambahkan, jika kalau kondisi seseorang rentan seperti mempunyai komorbid maka kondisi dalam 14 hari itu bisa sangat menderita. "Terutama lima hari pertama, itu paling berat, tapi kalau sudah lewat sampai 10 hari, sembuh sendiri, jadi yang bahaya dalam 14 hari ini jangan nulari, jadi strategi testing gimana caranya mengurangi laju penularan," katanya.

 

photo
Reaksi tubuh setelah divaksinasi - (Republika)

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Cerita Ashanty Lalui Fase Kritis COVID-19

Dikabarkan Meninggal, Ashanty Ungkap Kondisinya Saat Ini

295 Karyawan RSUD Chasbullah Skrining Buat Donor Plasma

Covid-19 Rambah Puluhan Mahasiswa di Cianjur

Dua Menteri Yordania Mundur Usai Langgar Pembatasan Sosial

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image