Sandiaga: Pemulihan Pariwisata di Tangan Pemerintah Daerah

Red: Bilal Ramadhan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno (kiri) berbincang dengan warga yang tinggal di Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Bali
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno (kiri) berbincang dengan warga yang tinggal di Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Bali | Foto: ANTARA/Fikri Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga SUno mengatakan ujung tombak pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif pada masa dan pascapandemi Covid-19 berada di tangan pemerintah daerah.

"Saat ini, untuk sektor pariwisata paradigmanya harus berubah. Dibutuhkan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Kepala daerah menjadi ujung tombaknya. Contohnya, datanglah ke Banyuwangi," kata Sandiaga Uno.

Pihaknya juga selalu mendukung upaya daerah yang terus berinovasi mengatasi masalah yang timbul selama pandemi. Sandiaga juga mengaku baru saja terlibat dalam aktivitas upaya pemulihan pariwisata yang dilakukan Banyuwangi.

Sandiaga menjelaskan pariwisata dan ekonomi kreatif memang mendapat tantangan yang luar biasa. Pemulihan memang membutuhkan waktu yang lama, karena itu butuh crisis collaboration untuk percepatan.

"Crisis collaboration ini sangat dibutuhkan. Dengan kolaborasi, berpikir secara out of the box akan terbuka mulai dari desa, kabupaten sampai pusat. Di sini lah mengapa perlunya kolaborasi, seperti yang tertuang di buku karya Pak Azwar Anas 'Creative Collaboration'. Kami pun meminta Banyuwangi untuk bersama-sama membangun energi untuk bangkit," ujar dia.

Sandiaga menyebutkan, ada tiga kunci yang berperan dalam keberhasilan Banyuwangi. "Tiga hal itu adalah adaptasi, kolaborasi, dan semangat inovasinya. Tiga prinsip ini pun sangat relevan dalam menghadapi situasi pandemi seperti ini," tuturnya.

Sebelumnya, Sandiaga meluncurkan kalender pariwisata (calendar of event) Banyuwangi Festival 2021 pada 17 Februari lalu. Sandiaga berharap Banyuwangi Festival yang digelar dengan konsep hybrid alias memadukan online dan offline, menjadi salah satu cara inovatif daerah untuk kembali menggeliatkan sektor UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata secara bertahap.

"Banyuwangi ini memang tidak ada habisnya. Geliatnya sangat nyata. Kami menunggu atraksi dan aksi wisata inovatif lainnya di bawah kepemimpinan bupati baru (istri Abdullah Azwar Anas)," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif. Kata Ipuk, pihaknya telah memiliki berbagai program untuk pemulihan ekonomi dan sosial akibat pandemi.

"Masa pandemi ini adalah tantangan berat untuk semua pemimpin. Kami harus tetap berinovasi. Ditambah dengan semangat kerja keras dan kerja bersama, menjadi cara bisa keluar dari situasi pandemi ini. Mudah-mudahan Banyuwangi bisa melaluinya dengan baik," ujarnya.

Menurut Ipuk, dari buku-buku yang ditulis Azwar Anas, mengajarkan tiga hal. Pertama bagaimana Banyuwangi harus terus berinovasi, kedua harus bisa berkolaborasi, dan yang ketiga tentang pemasaran (marketing). "Tiga modal inilah yang membuat Banyuwangi bisa bergerak sejauh ini," ucapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Para Legenda Bulu Tangkis Divaksinasi di RSON Cibubur

Bima Arya Beri Jatah Vaksinnya untuk Relawan

BPS: Kunjungan Wisman ke Bali Anjlok Hingga 93 Persen

Ade Yasin Beri Penghargaan Kepala Desa Teladan Covid-19

Tekan Kasus Covid-19, Prancis Pertahankan Jam Malam

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark