Embung Jadi Solusi Pertanian Saat Musim Kemarau

Red: Bilal Ramadhan

Embung. Ilustrasi
Embung. Ilustrasi | Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, Palu (ANTARA) - Dalam rangka mempertahankan swasembada beras dan meningkatkan kesejahteraan petani di Sulawesi Tengah, pemerintah daerah setiap tahunnya memprogramkan pembangunan irigasi dan embung.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulteng, Trie Iriyani Lamakampali mengatakan pada 2017, pemerintah provinsi Sulteng membangun sebanyak 58 unit embung di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Banggai, Donggala, Poso dan Parigi Moutong serta Sigi.

Bupati Sigi, Mohammad Irwan Lapata mengatakan sangat mendukung program pembangunan embung untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian di daerah-daerah. Selain pembangunan dan perbaikan irigasi, pembangunan embungjuga perlu terus didorong agar petani tidak kesulitan air saat musim tanam.

Dengan begitu, embung bisa menjadi solusi menghadapi musim kemarau. Salah satu langkah yang dilakukan Pemkab Sigi menghadapi kekurangan air untuk areal lahan pertanian pangan dan lainnya di daerah itu dengan membangun sejumlah embung.

Ada beberapa embung yang dibangun Pemkab Sigi pada 2020. Salah satunya di Desa Doda, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi. Usai gempa bumi dua tahun lalu, Pemkab Sigi juga mengalokasikan dana untuk perbaikan dan pembangunan irigasi rusak akibat gempa di Kecamatan Palolo dan Nokilalaki.

Dua wilayah itu selama ini merupakan lumbung pangan di Kabupaten Sigi. Bupati Irwan mengaku dalam dua tahun terakhir ini, pasca gempabumi 28 September 2018, sektor pertanian sudah berangsur-angsur pulih, meski tidak signifikan.

"Saya optimistis jika irigasi Gumbasa sudah selesai dibangun, Sigi akan kembali seperti sebelumnya, bahkan sektor pertanian akan tumbuh lebih baik lagi ke depan," kata Bupati Irwan.

Program pembangunan embung itu merupakan program strategis untuk penampungan air hujan atau sumber sumber mata air di tempat lain, sehingga ke depan program embung mampu mengantisipasi kekeringan di lahan pertanian.

Embung sangat dibutuhkan untuk mencegah lahan pertanian terendam saat musim hujan serta dapat dimanfaatkan sebagai pengairan lahan secara efektif dan efisien di musim kemarau.

Sejumlah petani di Sigi mengatakan, selama ini tidak pernah kesulitan benih dan sarana produksi padi (saprodi) saat musim tanam (MT). Setiap kali MT, petani mendapatkan bantuan bibit dan saprodi dari Pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten.

"Pemerintah juga membuka prasana jalan usaha tani sehingga petani tidak kesulitan mengangkut hasil panen dari kebun sampai ke desa dan selanjutya memasarkannya," kata Huber, petani asal Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Pembangunan Embung Air Semanan Jakarta Barat

Pembangunan Embung di Tegal Alur dan Semanan Dimulai

Dampak Kekeringan di Cilacap Makin Meluas

BMKG: Puncak kemarau di Sulsel Terjadi pada Akhir September

Atasi Krisis Air, Rumah zakat Bantu Salurkan Air Bersih

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark