Mau Tau 'Miras' yang Halal Dikonsumsi? Ini Kata Gus Miftah

Rep: Muhyiddin/ Red: Andi Nur Aminah

KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Muftah
KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Muftah | Foto: Nico Kurnia Jati/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) KH Miftah Maulana Habiburrahman atau biasa disapa Gus Miftah mengungkapkan minuman keras (miras) yang halal dikonsumsi oleh umat Islam. Menurut dia, satu-satunya minuman keras yang boleh dikonsumsi itu adalah es batu. 

"Ketika ada yang bertanya adakah miras yang boleh dikonsumsi? Saya jawab dengan guyon, ada miras yang boleh dan layak dikonsumsi. Minuman keras dan halal dikonsumsi adalah es batu," ujarnya saat konferensi pers terkait Perpres Investasi Miras di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (2/3). 

Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman ini memang dikenal sebagai seorang dai yang kerap menyelipkan guyonan dalam setiap ceramahnya. Begitu juga ketika ia menyampaikan kritiknya terhadap pemerintah. "Selama ini ketika kita memberikan kritikan kepada pemerintah saya pasti selalu guyon," ucapnya. 

Baca Juga

Gus Miftah termasuk salah satu kiai yang secara tegas menolak Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Karena itu, dia bersyukur Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mencabut lampiran Perpres investasi miras itu. "Respons kita alhamdulillah didengar langsung oleh bapak presiden," katanya. 

Dia pun mengungkapkan cara PBNU bersikap kepada pemerintah. Menurut dia, jika PBNU dianggap sebagai sahabat oleh pemerintah, maka sudah sepantasnya menunjukkan jalan kebaikan, sehingga tidak tersesat. "Sebaik-baik sahabat adalah dia menunjukkan kepada kebaikan. Kalau kemudian PBNU dianggap sebagai sahabatnya pemerintah, tentunya memberikan kritikan," jelasnya. 

Gus Miftah menambahkan, selama ini NU memang mempunyai kaidah wasathiyah (moderat). Artinya, kalau pemerintah baik maka NU akan mendukung, sedangkan kalau pemerintah salah maka akan NU akan mengingatkannya dengan cara-cara Ahlussunnah wal jamaah (Aswaja).  "Kalau pemerintah kurang baik tentunya kita ingatkan, apalagi yang berkaitan dengan miras," ujarnya. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Top 5 News: Demokrat Gelar KLB, Investasi Miras Batal

Gus Miftah Ungkap 'Miras' yang Halal Dikonsumsi

Larangan Investasi Miras dan Kekuatan Ormas Islam Arus Utama

Perpres Batal, tapi Miras tak Masuk Daftar Investasi Negatif

Pengamat: Polemik Perpres Miras Jadi Pelajaran Berharga

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark