IOC dan Penyelenggara Tokyo Bahas Kehadiran Penonton

Red: Agung Sasongko

Presiden Panitia Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 Seiko Hashimoto berbicara di pertemuan Dewan Eksekutif Tokyo 2020 di Tokyo, Jepang. (18/2/2021)
| Foto: antara/reuters

Pemerintah Jepang telah mengkaji berbagai skenario, termasuk kemungkinan penyelenggaraan Olimpiade secara tertutup atau disaksikan dengan sejumlah kecil penonton.

Bach mengatakan dalam jumpa pers Februari lalu bahwa keputusan apakah penonton dari luar negeri diizinkan masuk Jepang akan diambil pada April atau awal Mei.Namun Hashimoto justru ingin agar keputusan soal penonton ini dapat ditetapkan sekitar 25 Maret ketika estafet obor Olimpiade dimulai di Prefektur Fukushima.

Dalam sebuah laporan interim yang ditulis panel dari pemerintahan, yang dirilis Desember, tertulis bahwa pengunjung asing akan dibebaskan dari aturan karantina 14 hari dan akan diizinkan menggunakan transportasi umum.

Pemerintah berencana mengeluarkan 7,3 miliar yen atau 68 juta dolar AS (sekira Rp970 miliar) untuk mengembangkan aplikasi pelacakan kontak.Namun rencana tersebut dikritik oleh pihak oposisi yang mengatakan bahwa alat tersebut tidak efektif mencegah penyebaran virus. Pengadaannya juga dinilai hanya akan menghamburkan uang di tengah ketidakpastian pelaksanaan Olimpiade Tokyo.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Survei: Masyarakat Jepang Masih Tertarik dengan Olimpiade

IOC Setujui Sistem Kualifikasi Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo

Ingin Sertakan Salah ke Olimpiade, Mesir akan Lobi Liverpool

Moon Jae-in: Olimpiade Tokyo Bisa Perbaiki Hubungan 4 Negara

Surfing Berburu Tiket Olimpiade Tokyo ke El Salvador

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image