Ulama Tasik: Kita Wajib Ikhtiar, Salah Satunya Vaksinasi  

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat

Sejumlah ulama menjalani vaksinasi Covid-19 di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya, Kamis (18/3/2021).
Sejumlah ulama menjalani vaksinasi Covid-19 di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya, Kamis (18/3/2021). | Foto: Republika/Bayu Adji P

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mulai melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap para ulama, Kamis (18/3). Sejumlah ulama mengapresiasi upaya Pemkot Tasikmalaya ini.

Kegiatan vaksinasi Covid-19 terhadap ulama ini digelar di Gedung Dakwah Tasikmalaya. Setelah divaksin, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya KH Ate Mushodiq mengaku tidak merasakan keluhan.

Dengan pengalamannya ini, Kiai Ate mengajak masyarakat agar mau divaksin Covid-19. “Pokoknya semua harus divaksin, taat kepada pemerintah agar tetap sehat, sehingga kegiatan ekonomi, pendidikan, bisa berjalan lagi. Kita semua harus sadar,” ujarnya.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tasikmalaya KH Udin Sa’dudin bersyukur para ulama menjadi salah satu prioritas dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini. Ulama termasuk dalam sasaran vaksinasi tahap dua untuk pelayan publik.

Kiai Udin mengatakan, vaksinasi ini merupakan bagian dari ikhtiar dalam penanganan pandemi Covid-19. “Jangankan kita, Nabi juga berupaya agar tetap sehat. Nabi saja diwajibkan ikhtiar, apalagi kita. Kita juga kalau sakit kan tidak bisa beribadah,” kata dia.

Karenanya, Kiai Udin meminta masyarakat ikut menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Ia mengatakan, DMI pun akan mendorong para ulama untuk membantu menyosialisasikan program vaksinasi. Seperti lewat kegiatan pengajian.

Dengan dorongan dari ulama ini, kata dia, diharapkan masyarakat paham akan pentingnya vaksinasi Covid-19. “Kita wajib ikhtiar, wajib mencegah. Salah satunya dengan vaksin. Ini sudah dipastikan aman, halal, dan suci,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf mengatakan, ulama termasuk sasaran prioritas vaksinasi Covid-19. Namun, vaksinasi dilakukan secara bertahap. Kali ini, kata dia, baru sekitar 60 orang yang divaksin.

Yusuf berharap vaksinasi terhadap para ulama dapat mendorong masyarakat untuk turut menyukseskan program ini. Para ulama pun diharapkan dapat membantu sosialisasi soal vaksinasi Covid-19.

“Ketika beliau (para ulama) sudah divaksin, ternyata sehat, bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya vaksin dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai Covid-19. Insyaallah, kalau ulama sudah divaksin, masyarakat akan ikut,” ujar Yusuf.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya Asep Hendra, vaksinasi terhadap ulama akan terus dilakukan. “Ini belum semua, baru perwakilan dari tokoh ulama. Kalau semua ulama di Kota Tasikmalaya, itu mah mencapai ribuan,” kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Wagub Jabar Ajak Kiai dan Ulama Ikut Sukseskan Vaksinasi

Pemkot: Baru 60 Kiai dan Ulama Tasik yang Dapat Vaksinasi

Ulama di Tasikmalaya Mulai Jalani Vaksinasi

Kasus Covid-19 di Pesantren Dikhawatirkan Bertambah  

Ratusan Kyai dan Ulama di Karawang Jalani Vaksinasi Covid-19

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image