Dinkes Tasikmalaya akan Perketat Pengamanan Tempat Isolasi

Rep: Bayu Adji P/ Red: Ratna Puspita

Aparat kepolisian memeriksa jendela di RS Purbaratu Kota Tasikmalaya yang diduga digunakan dua orang tahanan kabur, Jumat (2/4). Sebelumnya dilaporkan terdapat dua orang tahanan kejaksaan yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan diisolasi di RS Purbaratu tak ada di kamarnya saat dilakukan pemeriksaan.
Aparat kepolisian memeriksa jendela di RS Purbaratu Kota Tasikmalaya yang diduga digunakan dua orang tahanan kabur, Jumat (2/4). Sebelumnya dilaporkan terdapat dua orang tahanan kejaksaan yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan diisolasi di RS Purbaratu tak ada di kamarnya saat dilakukan pemeriksaan. | Foto: Republika/Bayu Adji P

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya akan memperketat pengamanan tempat isolasi di Rumah Sakit (RS) Purbaratu. Hal ini menyusul dua tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasikmalaya yang kabur saat menjalani isolasi Covid-19 di RS Purbaratu.

"Dengan kejadian ini, depan kita akan lebih mengetatkan kesepahaman dan koordinasi dengan pihak terkait," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat dia saat dihubungi Republika, Ahad (4/4).

Baca Juga

Ia mengatakan pengetatan karena seharusnya ada pengamanan khusus dari pihak terkait untuk penanganan pasien khusus seperti tahanan. Ia mengatakan, pengamanan pasien khusus seperti tahanan sudah di luar kemampuan petugas kesehatan.

Sebab, Ia mengatakan pengamanan pasien berstatus tahanan memang harus dilakukan dengan cara tertentu. Karena itu, ia mengatakan, petugas kesehatan tak mungkin bisa melakukannya secara mandiri. 

Uus mengatakan, sebagai pelayan kesehatan, Dinkes Tasikmalaya akan memberikan pelayanan kepada siapapun, termasuk para tahanan. Selama ini, ia mengatakan, pengamanan kepada pasien juga dilakukan selama 24 jam. 

"Selama ini untuk pasien umum tak pernah ada kejadian seperti itu (kabur)," kata dia.

Saat ini, ia mengatakan, penanganan dua tahanan yang kabur sudah diambil alih oleh instansi terkait. Untuk satu tahanan sisanya yang masih diisolasi, RS Purbaratu masih tetap diberikan pelayanan.

"Untuk satu (tahanan) yang masih sisa, kita lanjutkan perawatannya," kata dia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan menyayangkan adanya tahanan yang kabur saat menjalani isolasi di rumah sakit. Menurut dia, seharusnya dilakukan penanganan khusus kepada yang bersangkutan sedari awal.

"Kalau sudah seperti ini kan bisa menular ke masyarakat," kata dia. 

Ia mengimbau kepada dua tahanan yang melarikan diri dapat segera menyerahkan diri. Menurut dia, cepat atau lambat mereka pasti akan kembali tertangkap oleh aparat.

Ia menyebutkan, saat ini aparat telah mengejar kedua tahanan yang melarikan diri itu. "Dengan kemampuan petugas keamanan kita, kepolisian dan kejaksaan, pasti mereka tertangkap," kata dia.

Sebelumnya, dua tahanan Kejari Kota Tasikmalaya dilaporkan melarikan diri pada Jumat (2/4). Kedua tahanan yang seharusnya berada di rumah sakit untuk menjalani isolasi diketahui tak berada di kamarnya saat petugas hendak memeriksakan kondisi kesehatannya.

Diduga, kedua tahanan itu melarikan diri melalui jendela rumah sakit. Sementara satu tahanan lainnya tak ikut melarikan diri karena usianya sudah tua.

Kedua tahanan yang melarikan diri bernama Dimas (38 tahun) dan Panji (28). Sementara itu, aparat kepolisian menerjunkan tim untuk melakukan pencarian dua orang tahanan tersebut. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Dinkes Tasikmalaya Khawatirkan Penyebaran Covid-19 di Lapas

Polisi Tasikmalaya Kejar Tahanan Kabur saat Isolasi Covid-19

Kronologi Dua Tahanan Positif Covid-19 Kabur dari RS

Dua Tahanan Kejari Tasik Kabur Saat Isolasi Covid-19 di RS

Kronologi Kaburnya Dua Tahanan Positif Covid di Tasikmalaya

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image