Petugas Razia Tahanan di Lapas Paledang dan Temukan Ponsel

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Erik Purnama Putra

Kalapas Kelas IIA Paledang Kota Bogor, Yohanes Waskito di Lapas Kelas IIA Paledang.
Kalapas Kelas IIA Paledang Kota Bogor, Yohanes Waskito di Lapas Kelas IIA Paledang. | Foto: Republika/Shabrina Zakaria

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Guna meminimalisasi penggunaan narkoba dan memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan, Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Paledang, Kota Bogor, Jawa Barat menggelar razia gabungan pada Selasa (6/4) malam WIB. Dalam razia tersebut, petugas gabungan menyita puluhan barang dari kamar para narapidana, termasuk beberapa handphone.

Kepala Lapas Paledang, Yohanes Waskito mengatakan, razia kali ini melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor, Polresta Bogor Kota, Imigrasi, serta sipir Lapas Paledang. Dia menjelaskan, razia dilakukan secara gabungan, karena sebagai bentuk sinergitas aparat.

"Jadi ingin mengajak instansi lain bahwa kondisi Lapas Bogor seperti ini dan kami tidak menutupi kondisi ini. Setiap kita razia ini adalah bentuk untuk memastikan Lapas Bogor ini zero narkoba," kata Waskito kepada Republika setelah menggelar razia, Selasa malam.

Dari razia yang dilaksanakan selama kurang lebih dua jam, sambung Waskito, berbagai perkakas yang dilarang berupa dua unit magic com dan rice cooker, puluhan sendok, puluhan pisau cukur, dan empat unit handphone turut disita. Bahkan, satu ponsel saat ditemukan dalam keadaan aktif.

Berdasarkan hasil penemuan tersebut, menurut dia, penggunaan handphone di kalangan narapidana sulit untuk dihilangkan. Waskito mengungkapkan, selain karena disembunyikan di tempat yang tak diduga, para narapidana mendapatkan ponsel yang merupakan 'warisan' dari narapidana terdahulu.

Adapun pemilik ponsel sebenarnya sudah bebas dan tak lagi di dalam sel. "Memang handphone ini sulit untuk dihilangkan, karena ini sudah turun temurun, tiap napi bebas dititipkan," ujar Waskito.

Salah seorang narapidana berinisial E (39 tahun), kedapatan petugas gabungan berusaha menyembunyikan handphone. E mengaku mendapatkan handphone dari keluarganya, yang sempat mengunjunginya setahun lalu sebelum pandemi Covid-19. "Itu handphone dikasih keluarga yang berkunjung," ujarnya.

E mengaku, handphone tersebut dihunakan untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Agar tidak ketahuan, dia menyembunyikan ponsel tersebut itu di dslam kayu yang digunakan untuk menjadi rak buku. "Dipake buat komunikasi aja," ujarnya.

Di lokasi yang sama, Kasi Brantas BNN Kabupaten Bogor, AKP Dodi Rosjadi menjelaskan, dari hasil razia Selasa malam, ditemukan zero narkotika. Termasuk tidak ditemukan alat pendukungnya. Utuk menekan adanya peredaran narkoba dari dalam lapas, pihaknya bakal sering menggelar razia di dalam lapas. "Kita akan kordinasi dengan pihak lapas untuk melakukan razi rutin," kata Dodi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Polisi Bekuk Pelaku Pembunuhan Gadis yang Dibungkus Plastik

Operasi Knalpot Bising di Sekitar Istana Bogor Digencarkan

Polresta Bogor Kota akan Tindak Motor Berknalpot Bising

Tim Kujang Sita 38 Senjata Tajam dari Kelompok Remaja

'Si Pobo Bermain' Wadahi Kreativitas Anak-Anak di Kota Bogor

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image