DKI Larang PNS Adakan Buka Puasa dan Sahur Bersama

Rep: Flori sidebang/ Red: Ilham Tirta

Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta (ilustrasi).
Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta (ilustrasi). | Foto: Republika/Putra M. Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengeluarkan surat edaran bagi seluruh kepala perangkat daerah dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Ibu Kota agar tidak mengadakan buka puasa maupun sahur bersama. Tujuannya, untuk mencegah penyebaran Covid-19 selama Ramadhan 1442 H.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 19/SE/2021 tentang Imbauan Bagi Pegawai Negeri Sipil dan Non-PNS di Lingkungan Pemprov DKI Jakarta dalam Kegiatan Acara Buka Puasa/Sahur Bersama. Surat itu ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Seksa) Provinsi DKI Marullah Matali  pada Kamis (15/4).

"Para kepala perangkat daerah/unit kerja pada perangkat daerah untuk tidak mengadakan kegiatan acara buka puasa/sahur bersama rekan kerja atau pihak lain," tulis salah satu poin dalam surat edaran tersebut, dikutip Republika, Jumat (16/4).

Surat edaran tersebut juga mengimbau PNS untuk buka puasa/sahur secara mandiri atau bersama keluarga di rumah dan tidak mengikuti acara buka puasa/sahur bersama rekan kerja atau pihak lain. Aturan itu berbeda dengan keterangan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan sebelumnya.

Anie mengaku tidak mempersoalkan jika warga DKI Jakarta melakukan buka puasa di rumah makan maupun restoran. Ia menegaskan, kegiatan itu harus diikuti dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

"Jadi prinsipnya adalah 50 persen di dalam kegiatan apapun. Apakah makan pagi, apakah makan malam, apakah makan sore, apakah disebut iftar, apakah disebut buka, apakah disebut sahur," kata Anies di Masjid Istiqlal, Jumat (9/4).

Anies mengingatkan para pengelola rumah makan maupun restoran untuk tetap menaati protokol kesehatan selama menerima pengunjung. Sebab, kata dia, selama bulan Ramadan, jam makan malam dan buka puasa berlangsung dalam waktu yang hampir bersamaan. Sehingga berpotensi terjadinya penularan virus corona.

"Karena sesungguhnya, kegiatan makan malam ataupun kegiatan buka puasa sama sama membuka masker, sama sama harus melakukan aktivitas yang punya potensi penularan," jelas dia.

"Maka pengelola restoran, pengelola tempat makan harus secara disiplin mengatur posisi duduk, harus secara disiplin mengatur kapasitas maksimal," kata dia.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


PNS DKI Dilarang Adakan Buka Puasa Bersama

Mataram Larang Kegiatan Buka Puasa Bersama

Sejumlah Larangan Pemerintah Mesir Selama Ramadhan

Atrium Hotel Yogya Ajak Tamunya Bukber Ala Kampung Nelayan

Ini Cara Nolak Ajakan Bukber tanpa Dicap Sombong

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark