Menag: Mudik Sunnah, Menjaga Kesehatan Wajib

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Mas Alamil Huda

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. | Foto: Antara/Muhammad Adimaja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta masyarakat menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Ia pun mengimbau masyarakat tak bepergian ke luar kota atau mudik saat Lebaran nanti. Dalam tuntunan agama Islam, kata dia, menjaga kesehatan adalah wajib hukumnya.

“Mudik itu paling banter hukumnya adalah sunnah. Sementara menjaga kesehatan diri kita, menjaga kesehatan keluarga, menjaga kesehatan lingkungan kita itu adalah wajib,” kata Menag saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/4).

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tak mendahulukan yang sunnah dan meninggalkan yang wajib.  Kebijakan larangan mudik lebaran pada tahun ini diputuskan pemerintah untuk melindungi masyarakat agar terjaga dari penularan Covid-19.

“Jadi jangan sampai apa yang wajib itu digugurkan oleh yang sunnah atau mengejar sunnah tetapi meninggalkan wajib itu tidak ada dalam tuntunan agama,” ucapnya.

Selain melarang mudik, pada bulan suci Ramadhan kali ini pemerintah juga membatasi kegiatan ibadah di masjid ataupun musholla. Menurut Yaqut, masyarakat tetap diperbolehkan menjalankan ibadah seperti shalat tarawih maupun iktiqaf di masjid dengan pembatasan 50 persen dari kapasitas masjid atau musholla.

Namun, aturan pembatasan kegiatan beribadah tersebut hanya diberlakukan di daerah dengan zona hijau dan kuning. Sedangkan di daerah dengan zona merah dan oranye, pemerintah tak memberikan pelonggaran.

“Kita tidak memberikan kelonggaran untuk zona merah dan oranye. Artinya sekali lagi bahwa dalil mendahulukan keselamatan itu adalah wajib, harus lebih diutamakan daripada mengejar kesunnatan yang lain,” jelasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Larangan Mudik Lebaran, Warga Pilih Mudik Lebih Awal

Sultan Perkirakan Pemudik Datang Sebelum Larangan Berlaku

Antisipasi Mudik, Jatim Lakukan Penyekatan di 27 Titik 

Menaker Minta Pekerja Migran Tunda Mudik Lebaran

Dirjen Hubla: Angkutan Laut tak Layani Mudik Lebaran

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark