Oknum Pemeras Wali Kota Bakal Ditarik dari KPK

Rep: Ali Mansur/ Red: Andi Nur Aminah

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono (kanan) bersama Karopenmas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono (kiri)
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono (kanan) bersama Karopenmas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono (kiri) | Foto: Republika/Putra M. Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bakal menarik anggotanya yang ditugaskan jadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial AKP SR karena diduga telah memeras Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial. Namun Polri mempersilahkan lembaga antirasuah tersebut memprosesnya terlebih dahulu.

"Ketika sudah dianggap tidak layak di KPK segala macamnya, karena melakukan pelanggaran akan dikembalikan ke Polri," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (23/4).

Lanjut Rusdi, pihaknya menghargai proses hukum AKP SR yang sedang berjalan di internal KPK. Sebab, KPK juga melakukan proses kepada anggota Polri yang akan ditugaskan sebagai penyidik di lembaga tersebut. Karena itu pihaknya mempersilahkan KPK memproses kasus dugaan tindak pidana suap yang menyeret AKP SR.

Baca Juga

Kemudian meski nantinya sudah dilakukan proses hukum terhadap AKP SR oleh KPK, Polri tetap akan memproses pelanggaran hukum terhadap yang bersangkutan. Tentunya jika AKP SR terbukti atas apa yang dituduhkannya. Namun Polri memastikan tidak akan mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan. "Kalau terbukti pemerasan, sudah pidana itu. Nanti Polri tentunya akan memproses terhadap anggota tersebut," tegas Yusri.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai tahun 2020-2021. Ketiga tersangka itu yakni Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial (MS), Maskur Husain (MH) seorang pengacara dan penyidik KPK bernama Steppanus Robin Pattuju (SRP). 

"KPK meningkatkan perkara dan menetapkan tiga orang tersangka, pertama saudara SRP, kedua MH, ketiga MS," jelas Ketua KPK Firli Bahuri, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (22/4) kemarin.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Mengusut Dugaan Pelanggaran Etika Azis Syamsuddin

Penyidik dan Pengacara Kasus Wali Kota Tanjung Balai Ditahan

KPK Tahan Penyidik dan Pengacara dalam Kasus Tanjungbalai

Stepanus, Anggota Polri Kedua yang Langgar Kode Etik KPK

Penyidik KPK AKP Stepanus Robin Jadi Tersangka Kasus Suap

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark