49 Ribu PMI Segera Pulang ke Tanah Air

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Andi Nur Aminah

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo | Foto: istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Sebanyak 49.682 orang pekerja migran Indonesia (PMI) akan habis masa kontraknya pada April dan Mei 2021. Untuk itu, pengawasan dan penerapan protokol kesehatan harus dilakukan secara ketat di seluruh bandara.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Doni Monardo, menjelaskan, dari jumlah tersebut, PMI yang berakhir masa kontraknya pada April ini ada 24.215 orang. Sedangkan 25.467 orang PMI akan berakhir kontraknya pada Mei.''

Baca Juga

"Mereka (bekerja) di berbagai negara," ujar Doni, saat Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 Wilayah Jawa Barat dan Pengendalian Tranportasi Masa Idul Fitri 2021, di Pendopo Kabupaten Cirebon, Kamis (29/4).

Adapun negara tempat para PMI itu bekerja di antaranya adalah Malaysia, Taiwan, Hongkong, Singapura, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Kuwait, Jepang, Papua Nugini dan Qatar.

Sedangkan daerah asal para PMI itu sebagian besar adalah Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Adapula yang berasal dari Nusa Tenggara Barat, Sumatra Utara, Lampung, Banten dan berbagai daerah lainnya di Indonesia. Untuk itu, Doni meminta agar pengawasan penyelenggara kekarantinaan di seluruh bandara di Indonesia diperketat. Setiap orang yang baru pulang dari luar negeri, harus dikarantina terlebih dahulu.

Doni menilai, dibutuhkan proses yang terintegrasi antara BP2MI, kantor kesehatan pelabuhan, Imigrasi, TNI, Polri dan Bea Cukai dalam satu struktur komando. Dengan demikian, setiap orang yang baru pulang dari luar negeri harus dipastikan menjalani karantina terlebih dulu. "Karantina itu wajib," tukas Doni.

Doni menambahkan, kekompakan unsur pemerintah mulai dari pusat hingga desa sangat dibutuhkan dalam penanganan Covid-19. Dia meminta agar bupati dan wali kota di Jabar untuk menyiapkan lokasi karantina bagi pemudik. "Narasi tentang larangan mudik mohon disampaikan setiap saat," tandas Doni.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Pemda Diminta Lebih Gencar Sosialisasikan Larangan Mudik

Satgas: Pemalsuan Antigen dan Mafia Karantina Harus Ditindak

Habis Masa Kontrak, 49 Ribu PMI Segera Pulang ke Tanah Air

Wiku: Indonesia tak Berencana Setop Pakai Vaksin AstraZeneca

Doni Monardo Dorong Mitigasi Vegetasi di Desa Bunton

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image