60 Ribu Kendaraan Sudah Putar Balik Sejak Larangan Mudik

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan saat pemeriksaaan di posko penyekatan mudik lebaran Kedung Waringin, Karawang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Ahad (9/5). Kemacetan tersebut terjadi imbas dari penyekatan kendaraan pemudik sebagai tindak lanjut aturan terkait larangan mudik pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang. Republika/Thoudy Badai
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan saat pemeriksaaan di posko penyekatan mudik lebaran Kedung Waringin, Karawang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Ahad (9/5). Kemacetan tersebut terjadi imbas dari penyekatan kendaraan pemudik sebagai tindak lanjut aturan terkait larangan mudik pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang. Republika/Thoudy Badai | Foto: Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Aparat, terus melakukan pengawasan pada semua kendaraan yang akan mudik. Bahkan, Jumlah kendaraan yang diputar balik oleh aparat di Provinsi Jawa Barat kembali bertambah. Sebanyak 60 ribu kendaraan yang melintas di Jabar harus berputar balik hingga Senin (10/5). 

Angka ini, naik siginifikan karena pada dua hari pertama diberlakukan penyekatan, kendaraan yang diputarbalikan ada 22 ribu kendaraan.

"Dari total 130 ribu kendaraan yang kita razia ada sekitar 60 ribu yang diputar balik. Jadi kalau ada bocor-bocor saya kira di bawah 60 ribu lah," ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, usai meninjau posko di gerbang Tol Cileunyi.

Menurut Emil, kalaupun 60 ribu kendaraan itu berhasil lolos dari razia, jumlah pemudik tahun ini sangat kecil. Yakni, hanya 1 persen dari total sekitar 6 juta warga yang masih berniat mudik ke kampung halaman.

"Jadi 99 persen warga sudah sesuai dengan aturan pemerintah (tidak mudik)," katanya.

Menurut Emil, dari banyaknya masyarakat yang masih memaksa mudik, telah dilakukan pemeriksaan Covid-19 secara acak. Hasilnya, dari pengendara yang diamankan ada sekitar 15 orang yang terpapar virus corona.

Kondisi ini, kata dia, menunjukan bahwa ketika masyarakat memaksa untuk pulang kampung bisa jadi mereka terpapar dan kemudian memaparkan virus corona kepada orang tua atau sanak saudara di rumahnya."Kasihan nanti orang tua yang didatangi pemudik (terpapar) Covid-19," katanya.

Menurut Emil, mudik dan pulang kampung bertemu orang tua pada perayaan Lebaran adalah hal yang mulia. Namun, sekarang di saat bersamaan ada kebahayaan yaitu wabah virus corona.

Dengan kondisi ini, kata dia, maka kebahayaan harus lebih diuatamakan. Dengan demikian, semua pihak harus menahan diri tidak mudik dan membereskan kebahayaan ini."Makanya ini harus covid-19 dulu dibereskan," katanya.

Emil  berterima kasih kepada seluruh petugas yang bekerja selama Lebaran dan pandemik ini mengamankan kondisi sekarang. Sehingga tidak banyak warga mudik karena bisa berdampak pada kasus Covid-19 yang melonjak. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Strategi Baru Pascajebolnya Pos Penyekatan Mudik di Karawang

Wisatawan Melonjak, Ini yang Dilakukan Disparbud

Penyekatan Pemudik di Jalur Laut Perairan Indramayu

Penyekatan Pemudik di Kawasan Padalarang, Jawa Barat

Polda Jabar Jaring 138 Travel Gelap

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image