Istiqlal tak Gelar Sholat Idulfitri 1442 Hijriah

Red: Andri Saubani

Jamaah beristirahat usai melaksanankan ibadah shalat jumat pada minggu terakhir di bulan Ramadhan 1442 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jumat (7/5). Pengurus masjid Istiqlal mengelar shalat Jumat dengan pembatasan jumlah jamaah sebanyak 30 persen dari kapasitas maksimum dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sebagai antisipasi penyebaran virus covid-19. Republika/Thoudy Badai.
Jamaah beristirahat usai melaksanankan ibadah shalat jumat pada minggu terakhir di bulan Ramadhan 1442 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jumat (7/5). Pengurus masjid Istiqlal mengelar shalat Jumat dengan pembatasan jumlah jamaah sebanyak 30 persen dari kapasitas maksimum dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sebagai antisipasi penyebaran virus covid-19. Republika/Thoudy Badai. | Foto: Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Masjid Istiqlal menyatakan tak akan menggelar Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah. Hal itu diputuskan melalui rapat internal dengan pertimbangan khawatir terjadi penularan Covid-19.

"Sesuai dengan keputusan dalam rapat, Istiqlal tidak menyelenggarakan salat Idul Fitri di tahun ini," ujar Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar saat dihubungi, Selasa (11/5).

Baca Juga

Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil simulasi serta koordinasi antara pihak Istiqlal dengan Dewan Pengarah BPMI, yang anggotanya meliputi Menko PMK Muhajir Effendy, Menteri Sekretariat Negara Pratikno, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, dan Ketua MUI Miftachul Akhyar. Keputusan ini diambil semata-mata demi mencegah potensi penularan Covid-19 yang hingga saat ini masih belum mereda.

Di samping itu, meski jika dibatasi hanya 10 persen saja dari kapasitas masjid (250 ribu orang), tetap akan menimbulkan kerumunan. "Mengingat Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar se-Asia Tenggara, 10 persendari kapasitas masjid bukan jumlah yang sedikit. Jika ada ribuan jamaah yang datang, nanti mereka pasti akan melewati tangga atau jalur yang sama, dan hal itu dikhawatirkan akan menjadi sebab terjadinya penyebaran virus Covid-19," katanya.

Nasaruddin meminta maaf kepada para jamaah atas keputusan ini. Ia mendoakan agar pandemi segera berakhir sehingga senantiasa bisa melaksanakan shalat berjamaah dengan aman dan nyaman.

"Kita tahu jamaah sudah merindukan untuk melakukan shalat di sini, tapi keadaan belum memungkinkan. Semoga ke depan kita bisa segera melaksanakan salat berjamaah di Masjid Istiqlal," kata dia.

Nasaruddin Umar juga menyampaikan terima kasih kepada jamaah yang sudah selalu beribadah selama Ramadhan di Masjid Istiqlal tahun ini. Mereka disiplin menerapkan protokol kesehatan dan tak ada kabar jamaah positif Covid-19 sepulang dari Istiqlal.

"Terima kasih kepada masyarakat semua yang senantiasa mematuhi protokol kesehatan di Masjid Istiqlal, karena sejak diselenggarakannya ibadah selama Ramadhan di Masjid Istiqlal, tidak ada isu adanya klaster baru," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Alasan Masjid Istiqlal Batalkan Penyelenggaraan Sholat Id

Anies Apresiasi Masjid Istiqlal tak Gelar Shalat Id

Masjid Istiqlal Terapkan Prokes Saat Pembayaran Zakat Fitrah

Sinar Mas Donasikan Minyak Goreng ke BPMI

Kemenparekraf Gandeng BPMI Kembangkan Pariwisata Halal

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image