Polisi Tangkap Pasutri Sembunyikan Sabu di Microwave

Red: Ratna Puspita

[Ilustrasi Penangkapan Narkoba] Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung menangkap pasangan suami istri (pasutri) berinisial ST dan AF yang menyembunyikan sabu di dalam microwave saat polisi melakukan penggeledahan.
[Ilustrasi Penangkapan Narkoba] Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung menangkap pasangan suami istri (pasutri) berinisial ST dan AF yang menyembunyikan sabu di dalam microwave saat polisi melakukan penggeledahan. | Foto: Foto : MgRol_94

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung menangkap pasangan suami istri (pasutri) berinisial ST dan AF yang menyembunyikan sabu di dalam microwave saat polisi melakukan penggeledahan. Penangkapan itu merupakan pengembangan setelah sejumlah pengedar sabu lainnya yang ditangkap. 

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan, dari tangan pasutri itu, polisi menyita 871 gram sabu. "Kita harus bongkar dulu mesin ini baru ketahuan dan memang istrinya juga ikut serta menyembunyikan barang tersebut," kata Ulung di Polrestabes Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/6).

Baca Juga

Ulung menjelaskan, sebelumnya polisi telah menangkap sejumlah tersangka yang diduga pengedar berinisial MI, US, DH, dan RN. Kemudian polisi juga turut mengamankan ST setelah kasus dikembangkan.

Pada saat tim dari kepolisian melakukan pengembangan di rumah ST, menurutnya, polisi berhasil didapatkan sabu yang disembunyikan AF di dalam microwave. Menurut Ulung, pasutri ini bersama dengan empat tersangka lainnya mengaku baru menerima satu kiriman paket dari jaringan Lembaga Pemasyarakatan di Jakarta.

Namun, ia menduga mereka telah melakukan peredaran sabu selama setahun terakhir berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan kepolisian. "Ini sudah lama juga, kurang lebih setahun mereka mengedarkan sabu," katanya.

Dia mengatakan mereka melakukan peredaran sabu itu di tingkat lintas provinsi. Adapun dari seluruh tersangka yang diamankan saat ini, polisi menyita sabu seberat 1.937,95 gram.

Akibat peredaran tersebut, polisi menjerat mereka dengan Pasal 114 ayat 2 UU tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Terkait


Polisi Ringkus Pembunuh Pemilik Toko Plastik di Bandung

Pengrajin Bersepakat, Harga Tempe dan Tahu Naik Hari Ini

Sosialisasi Sanksi Parkir Liar di Kota Bandung

Bos Plastik di Bandung Ditemukan Tewas dengan 9 Tusukan

Bupati Bandung Akan Gunakan Hak Diskresi Dalam Seleksi Sekda

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image