BOR Rumah Sakit Kota Bandung Capai 88 Persen

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Dwi Murdaningsih

Keluarga pasien bersama petugas kesehatan membawa pasien ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Ahad (13/6). Berdasarkan data dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Provinsi Jawa Barat (Pikobar) pada (12/6), tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit yang melayani Covid-19 dan tidak melayani Covid-19 telah mencapai 67,31 persen dengan rincian sebanyak 9.120 dari total 13.550 tempat tidur telah terisi. Foto: Republika/Abdan Syakura
Keluarga pasien bersama petugas kesehatan membawa pasien ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Ahad (13/6). Berdasarkan data dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Provinsi Jawa Barat (Pikobar) pada (12/6), tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit yang melayani Covid-19 dan tidak melayani Covid-19 telah mencapai 67,31 persen dengan rincian sebanyak 9.120 dari total 13.550 tempat tidur telah terisi. Foto: Republika/Abdan Syakura | Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna mengakui ketersediaan tempat tidur rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Bandung terus meningkat. Peningkatan itu sejalan dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Bandung.

"BOR kita sudah mendekati 89 persen, sekitar 88,8 persen. Taruhlah mendekat 90 persen, ini kan sudah harus waspada tinggi. Hampir semua rumah sakit okupansinya mengalami peningkatan," kata Ema di SMPN 43 Bandung, Senin (14/6) .

Baca Juga

Ema menyebut sudah seharusnya masyarakat Kota Bandung mewaspadai pergerakan kasus ini. Untuk mengatasi lonjakan jumlah BOR, pemerintah berupaya untuk menambah tempat tidur di rumah sakit.

"Upayanya sedang terus pada penambahan tempat tidur di seluruh 27-28 rumah sakit rujukan di Kota Bandung," kata Ema.

Kasus Covid-19 di Kota Bandung mengalami peningkatan sebagai dampak dari libur lebaran. Per tanggal 13 Juni, sudah ada 1.188 kasus terkonfirmasi aktif yang ada di Kota Bandung. Dengan total kasus sebanyak 20.863 orang yang terpapar Covid-19.

"Karena kondisinya baik akumulatif dan aktif semua sedang bergerak naik. Sekarang angka aktif saja 1.188, ada kenaikan 86 orang. Kita harus waspada," kata Ema.

Secara zona, Ema menyebut Bandung masih di zona kuning dengan skor 2,04. Dia menyebut jika ke tingkat RT, zona di Bandung masih 80 persen berada di zona hijau.

"Kami perhatikan adalah dinamika pandemi yang harus kita waspadai, itu yang jadi bahan pertimbangan agar pimpinan tidak ragu dalam mengambil kebijakan karena sesuai dengan fakta di lapangan," kata Ema.

Dengan tingginya BOR di Kota Bandung, Ema mengingatkan pada tingkat kelurahan dan kecamatan untuk menyediakan tempat isolasi mandiri. Menurutnya, saat ini okupansi hotel untuk isolasi mandiri yang disiapkan pemerintah pun dalam kondisi penuh.

"Saya inginnya satu kelurahan punya satu tempat isolasi mandiri, karena sekarang hotel yang sudah kita siapkan kondisinya full, ada dua hotel yang sedang dinegosiasi, mudah-mudahan lancar," kata Ema.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Wiku: Peningkatan Kasus Aktif Covid-19 Menjadi Alarm Keras

Kasus Naik, Ridwan Kamil Kaji Pengetatan WFH

Ridwan Kamil Sebut BOR Kota Bandung Capai 85 Persen

Angka Keterisian RS di Kota Bandung Capai 81 Persen

BOR Pasien Covid-19 di Bandung Naik Jadi 81 Persen

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image