Ridwan Kamil Siapkan Strategi Saat Darurat Covid-19

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Muhammad Fakhruddin

Ridwan Kamil Siapkan Strategi Saat Darurat Covid-19 (ilustrasi).
Ridwan Kamil Siapkan Strategi Saat Darurat Covid-19 (ilustrasi). | Foto: Humas Pemprov Jabar

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau masyarakat agar jangan khawatir. Namun, tetap harus waspada menyikapi lonjakan kasus Covid-19 pasca libur lebaran 2021. Apalagi, kondisi tersebut berpengaruh pada meningkatnya Bed Occupancy Rate (BOR) pada Rumah Sakit rujukan. 

Ridwan Kamil memastikan pihaknya akan berupaya penuh agar kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 akan tetap tersedia. Meskipun, saat ini BOR rumah sakit rujukan Covid-19 di Jabar sudah menyentuh angka 65 persen. 

"Bahkan beberapa daerah sudah mendekati 100 persen," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil di Gedung Pakian, Senin (14/6).

Oleh karena itu, menurut Emil, dalam kedaruratan ini, pihaknya melakukan tindakan dengan menambah kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19. Jadi yang tadinya hanya sekitar 20 persen dari total bed, sekarang diminta sampai 30 persen. "Kalau bisa sampai 40 persen," katanya. 

Emil mengatakan, kalau upaya penambahan tempat tidur telah mentok, maka ada strategi lainnya yang akan dilakukan. Yakni,  menghidupkan sejumlah gedung non rumah sakit akan menjadi langkah bilamana penambahan kasus Covid-19 terus berlanjut.  

"Hotel dihidupkan lagi, gedung gedung non rumah sakit dihidupkan lagi. Kalau masih di rumah sakit artinya kapasitas itu masih ada jadi jangan terlalu khawatir tapi tetap waspada," katanya. 

Menurut Emil, mayoritas kasus Covid-19 yang terjadi di Jabar belakangan ini berasal dari kluster keluarga. Karena itu, dia meminta masyarakat terus waspada. 

"Klusternya mayoritas kluster keluarga. Jadi walaupun tidak mudik ada kunjungan kunjungan ke rumah rumah itu ternyata tinggi," katanya. 

Emil berharap kasus Covid-19 di Jabar bisa segera menurun. Untuk itu, ia meminta masyarakat jangan meninggalkan protokol 5M. Sementara pemerintah tengah berupaya menghadirkan vaksinasi secara masif. 

"Semua juga sudah jenuh , semua juga sudah bosan tapi kalau nanti terjadi kedaruratan yang dirugikan kita juga. Kita harus WFH lagi dari rumah, mall ditutup lagi jam operasionalnya , jalan jalan dan sebagainya. Kita tidak menginginkan itu menjadi berkepanjangan," papar Emil. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Kasus Covid Melonjak, DKI Jakarta Tambah Faskes

Ini yang Dilakukan Pemerintah Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19

Penyebaran Covid-19 Tinggi, Pemkot Yogya Lockdown Dua RT

Varian Delta Disebut Bisa Pengaruhi Respons Imun Manusia

PPKM Mikro di 34 Provinsi Diperpanjang Hingga 28 Juni

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image