Dinkes Bandung: Jangan Lepas Masker!

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Esthi Maharani

Petugas kesehatan melakukan tes usap Antigen kepada pengendara saat operasi PPKM Mikro di Gerbang Keluar Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/6/2021). Petugas gabungan memberikan layanan tes cepat antigen kepada pengendara dengan nomor polisi dari luar Kota Bandung yang akan menuju arah Sumedang, Garut, dan Tasik guna mencegah penyebaran COVID-19 di Jawa Barat yang sedang dinyatakan siaga satu COVID-19.
Petugas kesehatan melakukan tes usap Antigen kepada pengendara saat operasi PPKM Mikro di Gerbang Keluar Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/6/2021). Petugas gabungan memberikan layanan tes cepat antigen kepada pengendara dengan nomor polisi dari luar Kota Bandung yang akan menuju arah Sumedang, Garut, dan Tasik guna mencegah penyebaran COVID-19 di Jawa Barat yang sedang dinyatakan siaga satu COVID-19. | Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar rumah selama pandemi Covid-19 tidak melepas masker kecuali untuk makan. Diupayakan, penerapan protokol kesehatan dilaksanakan dengan disiplin yang lebih ketat di tengah kasus Covid-19 yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

"Jangan lepas masker!" ujar Kepala Dinkes Kota Bandung, dr Ahyani Raksanagara saat dikonfirmasi, Ahad (20/6).

Ia pun meminta masyarakat menghindari kerumunan, sering mencuci tangan dan hanya melaksanakan kegiatan yang benar-benar penting. Selain itu yang harus dilakukan yaitu meningkatkan daya tahan tubuh.

Ahyani pun mengingatkan masyarakat yang sudah selesai bekerja dan pulang ke rumah terlebih dahulu menerapkan protokol kesehatan. Seperti tidak bersentuhan terlebih dahulu dengan anggota keluarga dan langsung membersihkan diri.

"Sampai ke rumah disiplin prokes semua," katanya.

Untuk diketahui, keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di ruang isolasi bagi pasien Covid-19 di berbagai rumah sakit di Kota Bandung terus naik dan sudah mencapai angka 92 persen. Kasus harian pun terus mengalami peningkatan hingga angka terakhir, Sabtu (19/6) mencapai 210 kasus dalam sehari.

Sepekan terakhir, kasus Covid-19 di Kota Bandung sempat berada di angka puluhan namun naik ke angka 100 lebih dan naik turun hingga akhirnya pada Sabtu (19/6) mencapai 210 kasus. Kenaikan kasus Covid-19 di Kota Bandung sejalan dengan tren kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi di tingkat nasional.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Kota Bandung, Yorisa Sativa mengatakan saat ini seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 sedang mengatur pelayanan. Meski terjadi antrean pasien namun tetap dilayani dan rumah sakit terus menambah ruang isolasi bagi pasien Covid-19.

"Dinkes terus melakukan koordinasi dan pemantauan," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Kadin Jatim Protes SE Wali Kota Terkait Swab Masuk Surabaya

Pamekasan Laporkan Tambahan 18 Kasus Aktif Baru Covid-19

Covid-19 Pengingat untuk Mengoreksi Kehidupan Masyarakat

Satgas Covid-19 Kota Yogya Sebut Lockdown Jadi Warning Keras

Personel Paskhas TNI AU Diterjunkan Kawal PPKM Mikro

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image