Diapresiasi, Usai Vaksin Lansia dapat Hadiah Ayam

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad

Vaksinator menyuntikan vaksin Covid-19 ke warga lanjut usia (lansia) di RS Otto Iskandar Dinata, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (18/5). Kementerian Kesehatan bersama Traveloka, Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung menggelar Gebyar Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia Se-Jawa Barat secara gratis dengan target 1.000 peserta dan digelar hingga 29 Mei mendatang. Foto: Republika/Abdan Syakura
Vaksinator menyuntikan vaksin Covid-19 ke warga lanjut usia (lansia) di RS Otto Iskandar Dinata, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (18/5). Kementerian Kesehatan bersama Traveloka, Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung menggelar Gebyar Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia Se-Jawa Barat secara gratis dengan target 1.000 peserta dan digelar hingga 29 Mei mendatang. Foto: Republika/Abdan Syakura | Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi upaya pihak-pihak yang ikut menyukseskan percepatan vaksinasi untuk kalangan lanjut usia (Lansia) yang saat ini perkembangannya baru mencapai 10 persen dari target 4,6 juta lansia di Jabar. 

Menurut Ridwan Kamil, ia sangat menghargai pihak-pihak yang memiliki cara sendiri yang unik dan kreatif untuk menarik para lansia agar bersedia mendapatkan vaksin Covid-19. 

Seperti halnya yang dilakukan oleh aparat pemerintahan di Cipanas, Kabupaten Cianjur. Di sana aparat desa dan Kapolsek, dan vaksinator jemput bola blusukan menyasar lansia agar bersedia divaksin. 

Yang menarik, selain melakukan pendekatan yang humanis, lansia yang sudah menerima vaksin mendapat satu ekor ayam hidup sebagai insentifnya. 

"Saya mengapresiasi siapa pun yang ikut membantu pemerintah menyukseskan vaksinasi pada kelompok rentan ini.  Perlu cara-cara kreatif di tengah derasnya  hoaks tentang vaksin, masyarakat perlu diedukasi tentang keamanan dan manfaat vaksin bagi Lansia itu, salah satunya bisa dengan memberikan hadiah atau bingkisan," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, akhir pekan ini.

Emil mengatakan, jika semua pemerintah kota/kabupaten melakukan hal yang sama dengan cara kreatif lainnya, bukan tidak mungkin vaksinasi lansia akan melesat peningkatannya. 

"Insentif satu ekor ayam untuk satu orang lansia bisa jadi contoh dan diaplikasikan di tempat lain namun hal itu tergantung dengan kemampuan anggaran daerah setempat. Kalau ada cara kreatif lainnya yang tidak perlu melibatkan anggaran itu akan lebih baik," paparnya.

Menurut Emil yang terpenting, selain caranya yang kreatif juga baik dengan satu tujuan. Yakni, vaksinasi Lansia di Jabar bisa terdongkrak dan masyarakat rentan ini bisa terlindungi dari penularan Covid-19 yang saat ini tengah melonjak. 

Emil pun mendorong pemerintah kota/kabupaten untuk mengadakan sentra vaksinasi atau dengan cara jemput bola bekerja sama dengan TNI/Polri, BUMN, BUMD, maupun swasta. Mengingat berdasarkan evaluasi Covid-19 pada 15 Juni 2021 lalu, jumlah lansia di Jabar yang sudah menerima vaksin dosis pertama yaitu seanyak 479.901 orang atau 10,90 persen. Sementara yang sudah menerima dosis kedua sebanyak 311.509 orang atau 7,07 persen. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


PMI Dukung Pemerintah Mencegah dan Kendalikan Covid-19

Polres Semarang Targetkan 3.500 Penerima Vaksin

Metropolitan Rebana Jadi Investasi Terbaik di Asia Tenggara

Satgas: Pakai Masker Itu Harga Mati, Kalau Nggak Bisa Mati

Tekan Laju Covid, Kepala BNPB Tinjau Vaksinasi di Bangkalan

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image