Pemkab Cianjur Kembali Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Red: Ratna Puspita

Pemkab Cianjur, Jawa Barat, kembali menunda uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) seiring meningkatnya kasus Covid-19 di sejumlah wilayah, termasuk ditemukannya klaster baru tenaga medis dan pengungsi. (Ilustrasi Kasus Covid-19 Naik)
Pemkab Cianjur, Jawa Barat, kembali menunda uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) seiring meningkatnya kasus Covid-19 di sejumlah wilayah, termasuk ditemukannya klaster baru tenaga medis dan pengungsi. (Ilustrasi Kasus Covid-19 Naik) | Foto: republika/mardiah

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Pemkab Cianjur, Jawa Barat, kembali menunda uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). Penundaan ini seiring meningkatnya kasus Covid-19 di sejumlah wilayah, termasuk ditemukannya klaster baru tenaga medis dan pengungsi.

"Rencananya akhir Juni akan digelar uji coba PTM, namun sejak libur hari raya hingga sat ini, tingkat penularan kembali meningkat, sehingga rencana tersebut ditunda, termasuk digelarnya PTM pada bulan Juli," kata Bupati Cianjur, Herman Suherman di Cianjur, Ahad (20/6).

Baca Juga

Ia menjelaskan, kemungkinan besar pelaksanaan PTM kembali diundur hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan. Namun untuk persiapan sesuai dengan target, Pemkab Cianjur terus menggenjot vaksinasi bagi seluruh guru di Cianjur, sebagai upaya antsipasi penularan.

Bahkan, sambil menunggu kepastian, pihaknya mengimbau sekolah menyiapkan fasilitas penunjang, termasuk ruang penanganan dan isolasi di sekolah, sehingga saat ditemukan kasus dapat ditangani awal di lingkungan sekolah sambil menunggu gugus tugas. "Sampai hari ini, tercatat 6.383 orang positif Covid-19 di Cianjur, 5.404 orang di antaranya sudah sembuh dan sisanya masih menjalani isolasi di sejumlah tempat. Dalam satu pekan terakhir ditemukan klaster puskesmas dan pengungsi di Kecamatan Cibeber," katanya.

Berbagai upaya, kata dia, dilakukan pemerintah daerah, termasuk membatasi kegiatan warga di wilayah yang masuk rawan terjadi penularan, mulai dari utara hingga selatan. Pihaknya juga menggencarkan pendataan yang dilakukan gugus tugas kecamatan, desa hingga tingkat RT. "Peran aktif gugus tugas hingga tingkat RT terus digenjot melakukan pendataan. Ketika mendapati kasus positif langsung dilakukan isolasi dan penelusuran, termasuk pendatang dari luar kota yang tidak mengantongi surat keterangan bebas Covid-19 dilarang melintas," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Komisi III Batalkan Kegiatan Hingga 2 Pekan Mendatang

Turki Optimistis Bisa Mengatasi Pandemi Covid-19

Sultan: Sulit Tekan Covid-19 Jika Masyarakat Anggap Enteng

Satu RT di Jaksel Mini Lockdown Usai 17 Warganya Covid-19 

Pemkot Semarang Tambah Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image