Kasus Covid-19 Tinggi, Camat Rancasari Bepergian ke DIY

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Muhammad Fakhruddin

Petugas melakukan pengasapan (fogging) disinfektan di Posko Kesehatan RW 04, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Selasa (11/5). Warga RW 04, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari mengubah salah satu rumah warga yang tidak terpakai menjadi posko kesehatan yang juga berfungsi sebagai ruang isolasi bagi pemudik yang lolos dari penyekatan petugas selama larangan mudik Lebaran 2021. Foto: Republika/Abdan Syakura
Petugas melakukan pengasapan (fogging) disinfektan di Posko Kesehatan RW 04, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Selasa (11/5). Warga RW 04, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari mengubah salah satu rumah warga yang tidak terpakai menjadi posko kesehatan yang juga berfungsi sebagai ruang isolasi bagi pemudik yang lolos dari penyekatan petugas selama larangan mudik Lebaran 2021. Foto: Republika/Abdan Syakura | Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Kasus penyebaran Covid-19 di Kota Bandung terus mengalami peningkatan signifikan termasuk salah satunya di Kecamatan Rancasari. Namun ditengah kenaikan kasus Covid-19 termasuk Kecamatan Rancasari yang masuk 10 besar penyumbang kasus positif aktif, Camat Rancasari, Hamdani malah bepergian ke Yogyakarta.

Ia bersama sejumlah perangkat kecamatan berangkat ke Yogyakarta beberapa hari ke belakang untuk studi banding tentang kelembagaan. Saat dikonfirmasi, Camat Hamdani mengaku meminta maaf atas kejadian tersebut.

"Mohon maaf, insyaAllah saya ke depan insyallah siap memperbaiki," ujarnya, Senin (21/6). Ia mengaku sudah menyampaikan kronologis kegiatan kepada Wali Kota Bandung dan menyerahkan segala keputusan kepada pimpinan.

"Saya kemarin sore sudah ditelepon oleh pimpinan saya, Wali Kota Bandung. Saya sudah sampaikan kejadian dan kronologis kegiatan tersebut dan saya selaku anak buah menyerahkan keputusan kepada beliau," katanya.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan apabila informasi tersebut benar maka Camat Rancasari sudah melanggar aturan Wali Kota Bandung tentang larangan bepergian di masa pandemi Covid-19. Ia pun menegaskan harus diberikan tindakan dan sanksi tegas.

"Kalau itu saya minta klarifikasi sama kabag pem (pemerintahan) da, harus tabayun tapi kalau ternyata itu benar berarti dia melanggar aturan yang sudah ditetapkan oleh pemkot, pak wali. Saya usulkan sanksi tegas kan ada regulasi yang tegas," katanya.

Terkait alasan bepergian karena sudah direncanakan dan dianggarkan, ia mengatakan setelah kebijakan pemerintah keluar maka sudah menjadi konsekuensi jika kegiatan keluar kota harus dibatalkan. Sebab kondisi di Kota Bandung mengalami kenaikan signifikan kasus Covid-19.

"Soal reasoning mah bisa macam macam. Toh Sabtu Minggu kemarin ada cukup orang yang banyak melakukan pernikahan tapi kan ada regulasi. Ada pejabat pemkot yang kemarin mau melakukan pernikahan lebih dari 50 dibatalkan konsekuensi karena kondisi sedang begini," katanya.

Yana pun meminta Camat Rancasari untuk fokus melakukan penanganan terbaik dalam meminimalisasi penyebaran Covid-19. Terlebih saat ini masuk sebagai 10 besar penyumbang kasus Covid-19 aktif di Kota Bandung.

"Saya pikir konsen aja Covid-19, (kegiatan) ini bisa digeser setelah menurun atau normal, anggaran bicara setahun.Kalau betul ternyata dilakukan setelah hasil verifikasi kita menyayangkan ditengah kita semua lagi konsentrasi mengenai Covid-19," katanya.

Ia mengajak seluruh unsur kewilayahan untuk menangani peningkatan kasus Covid-19 di Kota Bandung. Serta memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

"Saya pikir mari sama-sama teman kewilayah patuhi regulasi yang sudah ditentukan oleh pimpinan kita, semata-semata untuk kebaikan masyarakat juga maysarakat yang kita layani terutama kita sama sama lagi menanganu peningkatan Covid-19 yang luar biasa," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Ruang Isolasi Critical di Sleman Sudah Sangat Kritis

Ribuan Warga Madura Demo Tolak Penyekatan Suramadu

Epidemiolog UGM: Masyarakat Semakin Abai Protokol Kesehatan

Ambulans Keliling untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Lebih dari 1,2 Juta Warga Surabaya Telah Divaksin Covid-19

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image