Pasien Covid-19 di RSUD Tasikmalaya Masih Mengantre

Rep: Bayu Adji P/ Red: Esthi Maharani

Suasana di IGD RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Kamis (24/6). Sejumlah ambulans yang membawa pasien Covid-19 mengantre untuk mengantarkan pasien masuk ruang isolasi.
Suasana di IGD RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Kamis (24/6). Sejumlah ambulans yang membawa pasien Covid-19 mengantre untuk mengantarkan pasien masuk ruang isolasi. | Foto: Republika/Bayu Adji P

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Sejumlah pasien Covid-19 masih ada yang mengantre untuk masuk ruang isolasi di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Sementara ambulans yang membawa pasien juga terus berdatangan.

Berdasarkan pantauan Republika, ambulans yang membawa pasien mengantre di depan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soekardjo. Di dalam ambulans, pasien harus menunggu untuk masuk ruang isolasi. Bahkan, ada yang mesti dirawat sementara di dalam ambulans dengan menggunakan tabung oksigen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, tingkat keterisian ruang isolasi di RSUD dr Soekardjo telah melebihi 80 persen. "Ini sudah terlalu tinggi dan dikhawatirkan terjadi overload. Kemarin sampai hari ini masih ada antrean. Tadi pagi ada 11 pasien belum masuk," kata dia, Kamis (24/6).

Menurut dia, antrean pasien Covid-19 terjadi karena ruangan yang ada masih terisi. Dengan begitu, pasien harus menunggu terlebih dahulu hingga ruangan kosong.

Ruangan terisi bukan berarti tidur di ruangan itu seluruhnya terisi. Namun, pasien yang baru datang tak bisa ditempatkan begitu saja dengan pasien yang sudah menjalani isolasi di ruangan tersebut.

Selain itu, penumpukan pasien di luar juga bisa disebabkan karena menunggu hasil tes swab. "Swab sebenarnya cepat selesai, sekitar 15 menit, tapi tetap perlu waktu. Dalam kondisi darurat juga bisa dilakukan di IGD, baru administrasi menyusul," kata Uus.

Ia menambahkan, pihaknya juga terus berupaya untuk menambah ruang isolasi di rumah sakit. Menurut dia, sejak Rabu (23/6), ruang isolasi di rumah sakit sudah ditambah puluhan unit.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya per Kamis, tingkat keterisian ruang isolasi seluruh rumah sakit di Kota Tasikmalaya mencapai 91,69 persen. Dari total 373 tempat tidur yang tersedia, 342 unit di antaranya sudah terisi.

Sementara itu, terdapat penambahan sebanyak 75 kasus positif Covid-19 pada Kamis. Secara keseluruhan, total kasus di Kota Tasikmalaya saat ini berjumlah 7.972 kasus. Sebanyak 7.043 orang telah dinyatakan sembuh, 728 ornag masih menjalani isolasi, dan 201 orang meninggal dunia.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Ratusan Nakes di Indramayu Terpapar Covid-19

RS di Bandung Penuh, BOR Pasien Covid 94 Persen Lebih

Pemkot Depok Batasi Kegiatan Warga pada Malam Hari

IDAI: Kegiatan Anak 0 Hingga 18 Tahun Harus Dilakukan Daring

Akibat Lonjakan Covid-19, Permintaan Peti Mati Meningkat

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image