Restoran Dalam Mal di Bandung Dilarang Terima Pengunjung

Red: Bilal Ramadhan

Petugas dari Dinas Kesehatan Kota Bandung melakukan rapid test antigen kepada pengunjung di salah satu restoran di Jalan Cikutra, Kota Bandung, Kamis (7/1). Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan Kota Bandung dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung terus melaksanakan rapid test antigen Covid-19 sebagai salah satu respon kebijakan pemerintah Indonesia dalam pengetatan pembatasan pergerakan masyarakat pada 11-25 Januari mendatang guna menekan lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bandung. Foto: Abdan Syakura/Republika
Petugas dari Dinas Kesehatan Kota Bandung melakukan rapid test antigen kepada pengunjung di salah satu restoran di Jalan Cikutra, Kota Bandung, Kamis (7/1). Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan Kota Bandung dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung terus melaksanakan rapid test antigen Covid-19 sebagai salah satu respon kebijakan pemerintah Indonesia dalam pengetatan pembatasan pergerakan masyarakat pada 11-25 Januari mendatang guna menekan lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bandung. Foto: Abdan Syakura/Republika | Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung melarang restoran yang berlokasi di dalam bangunan pusat perbelanjaan menerima pengunjung yang makan di tempat.

Kepala Disdagin Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan restoran maupun rumah makan saat ini masih diperbolehkan beroperasi namun dengan syarat hanya menerima pesanan yang dibawa pulang atau melalui aplikasi jasa pesan antar.

"Iya, jadi semuanya sama, harus 'take away'(dibawa pulang)," kata Elly.

Selain itu, restoran yang berlokasi di luar bangunan mal atau yang memiliki bangunan sendiri pun dilarang untuk menerima pengunjung yang makan di tempat. Sejauh ini Elly memastikan belum ada sektor bisnis yang melanggar aturan pembatasan tersebut.

Menurut Elly, para pelaku sektor bisnis seperti mal, toko ritel, dan toko modern sudah mematuhi jam operasionalnya yakni dari jam 10.00 WIB hingga jam 19.00 WIB.

"Dan kapasitas pengunjung 50 persen juga tidak ada pelanggaran, berdasarkan hasil pengawasan ke mal dan toko ritel," kata Elly.

Ketentuan tersebut pun telah diatur dalam Pasal 14 Peraturan Wali Kota (Perwali) Bandung Nomor 61 Tahun 2021 tentang pelaksanaan PSBB Proporsional di mal, pertokoan, pedagang kaki lima, dan sejenisnya.

Adapun dalam aturan tersebut restoran, rumah makan, atau kafe hanya diperbolehkan beroperasi dari jam 06.00 WIB hingga 19.00 WIB. Namun bagi yang berlokasi di dalam mal, hanya diperbolehkan dari jam 10.00 WIB hingga 19.00 WIB.

Kegiatan di restoran, rumah makan, dan kafe dibatasi hanya untuk layanan yang dibawa pulang secara langsung, lantatur (drive thru), maupun dengan fasilitas layanan antar.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Eri: Pengendalian Covid-19 Sejalan dengan Pemulihan Ekonomi

Warga Badui Siap Divaksinasi

Kebijakan Ganjil-Genap di Kota Bogor Dilanjutkan

Anies: Rusun Nagrak Seperti Satelitnya RSDC Wisma Atlet

Pemkot Jaksel Tutup Sementara 347 Taman

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image