Wabup Garut Dukung Proses Hukum Kasus Pemukulan Perawat

Red: Muhammad Fakhruddin

Wabup Garut Dukung Proses Hukum Kasus Pemukulan Perawat. Pemukulan, ilustrasi
Wabup Garut Dukung Proses Hukum Kasus Pemukulan Perawat. Pemukulan, ilustrasi | Foto: Wordpress

REPUBLIKA.CO.ID,GARUT -- Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mendukung upaya aparat berwenang untuk memproses hukum kasus pemukulan perawat Puskesmas Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang sedang melaksanakan tugas menangani pasien COVID-19.

"Kejadian perawat dipukul ketika menangani pasien COVID-19 ini baru pertama kali terjadi di Kabupaten Garut, proses hukum akan terus berlanjut," kata Helmi saat menanggapi kasus pemukulan perawat yang dilakukan salah seorang keluarga pasien di Garut, Kamis (24/6).

Ia mengaku sudah mengetahui insiden pemukulan yang dilakukan keluarga pasien terhadap seorang perawat yang sedang menangani pasien positif COVID-19 di Puskesmas Pameungpeuk, Rabu (23/6) malam. Kasus kekerasan terhadap tenaga kesehatan itu, kata dia, sudah mendapatkan penanganan khusus oleh kepolisian dengan mencari pelakunya. "Sekarang orangnya sedang dicari," katanya.

Terkait kondisi korban pemukulanberdasarkan hasil visum, katanya, bagian rahang memar akibat terkena pukulan tangan. "Hasil visum perawat yang dipukul keluarga pasien COVID-19 luka memar di rahangnya," kata Helmi.

Ia menyesalkan insiden pemukulan terhadap tenaga kesehatan yang seharusnya mendapatkan dukungan di tengah lonjakan kasus wabah COVID-19 saat ini. Helmi mengimbau masyarakat untuk bekerja sama dalam mengatasi wabah COVID-19 dengan mematuhi protokol kesehatan dan memberikan dukungan kepada tenaga kesehatan agar tetap semangat melayani pasien COVID-19.

"Kita menyesalkan kejadian tersebut. Kita harus memberikan 'support' kepada mereka karena petugas kita sudah banyak yang terkena COVID-19," katanya.

Helmi berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di Kabupaten Garut maupun daerah lain karena tenaga kesehatandibutuhkan dalam menangani wabah COVID-19.

Aksi kekerasan terhadap seorang perawat di Puskesmas Pameungpeuk itu terekam kamera pengintai yang terpasang di puskesmas tersebut dan tersebar ke masyarakat luas melalui aplikasi WhatsApp. Dalam tayangan video berdurasi 24 detik itu tampak seorang perawat berpakaian alat pelindung diri (APD) menangani seorang pasien dan dibaringkan di tempat tidur.

Seseorang yang diduga keluarga pasien tampak memukul perawat dengan tangan kosong lalu dilerai orang lain, kemudian pelaku berlalu pergi.

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Wabup Garut Berdebar Saat Disuntik Vaksin Covid-19

Wagub Maluku tak Intervensi Pemukulan Perawat

Pemkab Garut Sarankan PT KAI Buat Rel Baru di Jalur Cibatu

Olala, Surat Pengunduran Dicky Chandra Ternyata Masih Ditahan Gubernur

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image