Organda Sukabumi Minta Perketat Masuknya Angkutan Barang

Red: Muhammad Fakhruddin

Organda Sukabumi Minta Perketat Masuknya Angkutan Barang (ilustrasi).
Organda Sukabumi Minta Perketat Masuknya Angkutan Barang (ilustrasi). | Foto: BUDI CANDRA SETYA/ANTARA

REPUBLIKA.CO.ID,SUKABUMI -- Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat meminta dinas perhubungan setempat maupun kepolisian untuk memperketat masuknya angkutan barang dari luar Sukabumi guna mencegah penyebaran COVID-19.

Sekretaris Organda Kabupaten Sukabumi Dede Abdul Latif di Sukabumi mengatakan masuknya varian delta baru COVID-19 di dua daerah Jabar menjadi perhatian khusus pihaknya, karena mobilitas angkutan barang dari Sukabumi ke Karawang dan DepoK cukup tinggi. Organda meminta dishub melakukan inspeksi di lapangan dan pemeriksaan secara berkala guna mencegah masuknya COVID-19 melalui angkutan barang.

Selain itu, pihaknya berusaha semaksimal mungkin melakukan pencegahan dengan mengimbau semua awak angkutan barang untuk memakai masker sering mencuci dan menjaga kebersihan tangan dan penyemprotan disinfektan setelah dan sebelum kendaraan dioperasionalkan.

Organda melihat ini harus dikerjakan bersama dan tidak ada yang merasa paling benar, sehingga dalam melakukan pencegahan tersebut harus dilakukan bersama-sama karena untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 tanggung jawab semua pihak. "Informasi yang kami terima Varian Delta ini lebih berbahaya dari varian COVID-19 sebelumnya," tambahnya, Senin (28/6).

Dede mengatakan selain angkutan barang, angkutan orang seperti bus dan kendaraan umum lainnya yang hendak masuk ke wilayah Kabupaten Sukabumi juga harus diperketat, apalagi perpindahan manusia dari satu tempat ke tempat lain rawan penyebaran virus mematikan ini.

Langkah yang harus dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan umum yang datang dari luar daerah, kemudian melakukan sterilisasi dan memeriksa surat keterangan pemeriksaan hasil antigen yang menyatakan sehat dan bebas COVID-19.

Organda mendorong Pemkab Sukabumi melakukan penyekatan wilayah terutama angkutan yang datang dari dua daerah tersebut (Depok dan Karawang) berbagai titik perbatasan. Langkah ini bukan untuk menghambat aktivitas perekonomian jasa angkutan barang maupun manusia, tetapi lebih kepada antisipasi jangan sampai jatuh korban dahulu baru melakukan tindakan. "Pencegahan dini harus dilakukan, jangan sampai ada korban dahulu baru ditindak lanjuti," katanya.

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Wakil Wali Kota Cirebon Jalani Isoman di Rumah Dinas

Edukasi Prokes ke Pasar Sukabumi Kembali Digencarkan

PGRI: Keselamatan dan Keamanan Siswa-Guru Hal Utama

Arab Saudi Tutup 79 Toko Langgar Prokes Covid-19

Joget, Wabup Lampung Tengah Diadukan ke Polisi

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

[email protected]

Ikuti

× Image