Pemkot Bandung: Mobilitas Warga Turun Saat PPKM Darurat

Red: Ratna Puspita

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyebut mobilitas masyarakat menurun sebesar 17 persen selama sepekan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Bandung. (Foto: Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana)
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyebut mobilitas masyarakat menurun sebesar 17 persen selama sepekan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Bandung. (Foto: Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana) | Foto: Edi Yusuf/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyebut mobilitas masyarakat menurun sebesar 17 persen selama sepekan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Bandung. Menurutnya, penurunan itu terpantau dari sistem teknologi seperti melalui Facebook Mobilty, Google Traffic, dan Night Light NASA.

Karena itu, ia berharap mobilitas masyarakat itu terus menurun agar COVID-19 semakin terkendali. "Virus (varian) Alpha penurunan mobilitas cukup 30 persen. Tetapi virus (varian) Delta, mobilitas harus turun 50 persen. Saya harap masyarakat tetap mengurangi mobilitas," kata Yana di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/7).

Baca Juga

Penurunan mobilitas itu juga merupakan dampak dari adanya penutupan sejumlah ruas jalan di Kota Bandung. Selain itu akses masuk menuju Kota Bandung pun dilakukan penyekatan dengan persyaratan ketat.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan kendaraan yang masuk ke Kota Bandung pun nampak berkurang selama PPKM Darurat. Sebelum PPKM Darurat, menurutnya rata-rata tercatat ada 80 ribu kendaraan yang masuk ke Kota Bandung melalui sejumlah Gerbang Tol. 

Namun kini, tercatat hanya 18 ribu kendaraan yang masuk ke Kota Bandung. "Oleh karena kita tetap menyekat untuk terus mengurangi mobilitas masyarakat yang ada di Kota Bandung," kata Ulung.

Menurutnya kendaraan dari luar daerah Bandung yang akan masuk pun harus membawa persyaratan yang lengkap. Mulai dari hasil tes COVID-19, hingga surat keterangan telah mengikuti vaksinasi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


PPKM Darurat, Depok Resmi Melarang Shalat Idul Adha

Polres Semarang Putar Balik 2.723 Kendaraan dalam Sepekan

Wisma Atlet Jakabaring Aktifkan Tower Tambahan

PT KAI: Penumpang KRL Wajib Tunjukkan STRP Mulai Besok

Khofifah Minta RS Proaktif Isi Oksigen ke Distributor

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

[email protected]

Ikuti

× Image