Keterisian Tempat Tidur di Rumah Sakit Bandung Turun

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Bilal Ramadhan

Pasien Covid-19 menggunakan alat bantu pernapasan saat dievakuasi ke Ruang Isolasi Khusus (RIK) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung, Jalan Rumah Sakit, Kota Bandung, Kamis (1/7). Berdasarkan data dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Provinsi Jawa Barat (Pikobar) pada (30/6), tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit yang melayani Covid-19 dan tidak melayani Covid-19 telah mencapai 91,12 persen dengan rincian sebanyak 15.276 dari total 16.765 tempat tidur telah terisi. Foto: Republika/Abdan Syakura
Pasien Covid-19 menggunakan alat bantu pernapasan saat dievakuasi ke Ruang Isolasi Khusus (RIK) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung, Jalan Rumah Sakit, Kota Bandung, Kamis (1/7). Berdasarkan data dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Provinsi Jawa Barat (Pikobar) pada (30/6), tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit yang melayani Covid-19 dan tidak melayani Covid-19 telah mencapai 91,12 persen dengan rincian sebanyak 15.276 dari total 16.765 tempat tidur telah terisi. Foto: Republika/Abdan Syakura | Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengklaim keterisian tempat tidur bagi pasien Covid-19 atau Bed Occupancy Rate (BOR) saat ini berada di angka 80 persen mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. Tingkat kesembuhan pun turut mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

"Saya lihat BOR terjadi penurunan sebetulnya di Kota Bandung saat ini 80 (persen) sekian, kalau kemarin kan di 92 turun 91, 90 sekarang, ada penurunan," ujar Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna, Jumat (23/7).

Ia mengatakan, penurunan keterisian tempat tidur bagi pasien Covid-19 menunjukkan tingkat kesembuhan yang membaik. Tidak hanya itu, pasien yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) tau bergejala ringan mulai memahami untuk tidak dirawat ke rumah sakit.

Ema menambahkan, kebijakan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang memanfaatkan Hotel Asrilia sebagai tempat usai perawatan bagi pasien Covid-19 turut berkontribusi terhadap penurunan BOR. Ia berharap penyebaran Covid-19 mengalami penurunan.

"Kondisi Bandung mudah-mudahan masuk kategori terkendali. Trennya sekarang dalam posisi menurun per data kemarin ada penurunan 256 beberapa hari kebelakang yang aktif naik terus sekarang ada penurunan," katanya.

Ia mengaku seluruh masyarakat dan pemerintah sudah lelah dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih terjadi. Ia berharap penurunan kasus Covid-19 terus terjadi.

Ema menambahkan, saat ini vaksinasi Covid-19 di Kota Bandung sudah mencapai 38 persen dari total target masyarakat yang akan divaksin mencapai 1.950.000 orang.

Pihaknya memperkirakan target yang akan divaksin jauh lebih banyak sebab banyak masyarakat yang tinggal di luar Bandung namun bekerja di Bandung dan harus diprioritaskan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Polri Respons Ajakan Aksi Serentak Berhari-hari Tolak PPKM

Pemkot Minta Warga Isoman Lapor Kondisi Lewat Aplikasi

Dilantik Ridwan Kamil, Dani Ramdan Jadi Pj Bupati Bekasi

Epidemiolog: PPKM Darurat Belum Efektif Turunkan Kasus Covid

Dinsos Bekasi Siapkan 6.300 Sembako untuk Warga Isoman

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image