Kamis 29 Jul 2021 00:01 WIB

Jabar Distribusikan 85,8 Ton Oksigen Cair dari Sumsel

Penanganan pandemi ini perlu kolaborasi dan bergotong royong dengan semua pihak.

Rep: Arie Lukihardianti / Red: Agus Yulianto
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendistribusikan oksigen cair batuan dari Sumsel.
Foto: Istimewa
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendistribusikan oksigen cair batuan dari Sumsel.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG --Tim Posko Oksigen Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Poskibar) gerak cepat memenuhi kebutuhan oksigen dalam penanganan pasien Covid-19 dengan jemput bola ke Sumatera Selatan untuk kebutuhan oksigen. Melalui unit usaha Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, PT OKI Pulp & Paper Mills, Jawa Barat mendapatkan 85,8 ton oksigen cair dalam empat iso tank yang telah dilepas pengirimannya, langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, di Pelabuhan PT Gajah Unggul Internasional, Palembang, Sabtu (24/7) malam. 

Saat ini, keempat iso tank telah tiba di Bandung dan sudah mulai didistribusikan ke pengisian filling Station. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengucapkan terima kasih kepada Sinar Mas Group atas bantuan oksigen cair dan juga dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Terlebih dari dukungan Gubernur Herman Deru yang telah melepas kiriman oksigen cair untuk Jabar. 

"Kami berterima kasih atas dukungan dari Sinar Mas yang sigap memberikan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Jawa Barat. Pemerintah tidak dapat menangani pandemi ini sendiri, perlu kolaborasi dan bergotong royong dengan semua pihak termasuk dari korporasi," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil dalam JAPRI (Jabar Punya Informasi) di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (28/7). 

Menurut Emil, bantuan tersebut terlaksana berkat kolaborasi dan komunikasi yang apik dengan berbagai pihak. "Khusus Sumatera Selatan, mokaseh banyak yo dulur Sumsel atas bantuannyo untuk kami wargo Jabar," tutur Kang Emil. 

Senada dengan Gubernur, Asisten Pembangunan dan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar yang juga Ketua Posko Oksigen Jabar, Taufiq Budi Santoso, mengatakan, dari kolaborasi yang dilakukan Posko Oksigen Jabar menindaklanjuti secara manajerial dan teknis termasuk membiayai perjalanan pengiriman dari Sumatera Selatan ke Jabar. 

Selain APP Sinar Mas, kata dia, BUMD PT Pupuk Sriwidjaja Palembang turut menyuplai oksigen ke Jabar. Kemudian, Posko Oksigen Jabar pun memenuhi kebutuhan oksigen medis dari provinsi lainnya seperti Kalimantan Timur melalui KSO - AICO Energi dan PT Serba Dinamik Indonesia (SDI), Banten melalui PT Krakatau Steel, serta Riau melalui Tanoto Foundation. Total bantuan oksigen per 28 Juli 2021 sebanyak 28.197 tabung 6 m3.

Managing Director Sinar Mas Saleh Husin mengatakan, pihaknya mengoptimalkan produksi oksigen hariannya dan bahkan memproduksi ekstra untuk turut dapat berpartisipasi dalam pengadaan oksigen untuk pasien Covid - 19.

“Sinar Mas berharap bantuan dukungan oksigen untuk masyarakat Jawa Barat bisa bermanfaat, untuk menolong pasien yang kekurangan oksigen dan ke depannya harapan kami Covid ini cepat berlalu. Selagi masa pandemi ini kami akan membantu terus kebutuhan-kebutuhan yang berkaitan dengan oksigen,” kata Saleh Husin.

Menurutny,  upaya Sinar Mas membantu pemerintah dalam pengadaan oksigen ditopang oleh sejumlah pabrik anak usaha di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan yang bisa memproduksi oksigen cair. 

Wakil Ketua Posko Harian Oksigen Jabar Begin Troys pihaknya, menjemput bola ke Sumatera Selatan dengan membawa 4 isotank dengan kapasitas masing-masing sebanyak 21 ton, di mana BUMD PT Migas Hulu Jabar (MUJ) bersama anak perusahaan PT Energi Negeri Mandiri (ENM) mengoperasikannya hasil kerja sama dengan PT AICO Energi & PT Serba Dinamik Indonesia (SDI).  

Selanjutnya sesuai komitmen PT OKI, ujar Begin, proses pengangkutan oksigen ini akan terus berjalan selama masa pandemi Covid -19. Hub dari pada induk pendistribusian ada di Cibitung, Bekasi. Selanjutnya sebanyak 7 isotank yang dioperasionalkan akan bergerak bergiliran untuk disebar ke beberapa 5 filling station di Jawa Barat seperti di Kota Bandung, Cikarang, Cirebon, Tasikmalaya dan Sukabumi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement