Pelaku Usaha Pangandaran Ingin Bantuan Tepat Sasaran

Rep: Bayu Adji P/ Red: Esthi Maharani

Suasana sepi di Pesisir Pantai, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (17/5/2021). Pemerintah Provinsi Jabar dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran menutup seluruh objek wisata di Pangandaran untuk mengendalikan kunjungan wisatawan saat libur Lebaran guna mencegah penularan COVID-19.
Suasana sepi di Pesisir Pantai, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (17/5/2021). Pemerintah Provinsi Jabar dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran menutup seluruh objek wisata di Pangandaran untuk mengendalikan kunjungan wisatawan saat libur Lebaran guna mencegah penularan COVID-19. | Foto: Antara/Adeng Bustami

REPUBLIKA.CO.ID, PANGANDARAN -- Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies/ASITA) Kabupaten Pangandaran ingin bantuan bagi para pelaku usaha pariwisata dari pemerintah tepat sasaran. Sebab, dengan diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) banyak pelaku usaha pariwisata di Pangandaran yang terdampak.

Ketua DPC ASITA Kabupaten Pangandaran, Adrian Saputro mengatakan, banyak para pelaku usaha pariwisata yang mengandalkan penghasilan dari para wisatawan yang berkunjung. Sementara, aktivitas pariwisata selama PPKM tak diperbolehkan.

"Kita tahu masih banyak mereka yang untuk makan besok mengandalkan penghasilan hari ini," kata dia, Kamis (29/7).

Ia mengakui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran berencana akan memberikan bantuan kepada para pelaku usaha pariwisata yang terdampak PPKM. Namun, ia mengingatkan, bantuan itu harus tepat sasaran. Artinya, bantuan mesti diberikan kepada para pelaku usaha pariwisata yang benar-benar terdampak.

'Kita sepenuhnya mendukung kebijakan pemerintah. Namun mereka juga harus peduli dengan kondisi kita. Harus balanced," kata dia.

Sebelumnya, Pemkab Pangandaran akan memberikan bantuan berupa beras 5 kilogram kepada sekitar 5.500 pelaku usaha pariwisata. Bantuan itu rencananya akan diberikan pada Sabtu mendatang.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Pangandaran, Wawan Kustaman mengatakan, akan ada sekitar 5.500 pelaku usaha pariwisata yang mendapatkan bantuan. Angka itu didasari verifikasi atas data yang diusulkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran.

"Disparbud mengusulkan ke kita bantuan untuk sekitar 7.000 pelaku usaha. Setelah diverifikasi, sebagian sudah ada yang mendapat bantuan dari pintu lain. Jadi hanya sekitar 5.500 pelaku usaha yang akan kita berikan bantuan," kata dia saat dikonfirmasi Republika.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Pemkot Bogor Siapkan Anggaran Lewat APBD tapi tak Maksimal

Angka Kematian Covid-19 Amerika Lebih Tinggi Ketimbang Asia

Disparbud Pangandaran Berharap Wisata Dibuka Usai PPKM

Bantuan Oksigen untuk Jawa Barat Terus Berdatangan

Pemkot Bekasi Kumpulkan Rp 142,6 Juta dari Razia Yustisi

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image