Dinkes Bandung Sebut PPKM Dinilai Efektif Tekan Covid-19

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Muhammad Fakhruddin

Setelah sebelumnya tutup saat PPKM, Pusat perbelanjaan Pasar Baru Kota Bandung, kini diperbolehkan buka, Ahad (1/8). Meski demikian, suasana masih sepi pengunjung. Sejumlah peraturan pun diberlakukan, pengunjung wajib pakai masker dan harus melalui cek suhu tubuh. Selain itu, toko yang buka diberlakukan nomor ganjil genap secara bergiliran.
Setelah sebelumnya tutup saat PPKM, Pusat perbelanjaan Pasar Baru Kota Bandung, kini diperbolehkan buka, Ahad (1/8). Meski demikian, suasana masih sepi pengunjung. Sejumlah peraturan pun diberlakukan, pengunjung wajib pakai masker dan harus melalui cek suhu tubuh. Selain itu, toko yang buka diberlakukan nomor ganjil genap secara bergiliran. | Foto: Edi Yusuf/Republika

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengungkapkan kebijakan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selama satu bulan terakhir efektif dalam menekan penularan Covid-19. Namun, begitu kasus Covid-19 masih dapat meningkat kembali jika protokol kesehatan tidak diterapkan secara ketat.

"Hasil konsultasi dengan ahli epidemiologi, bahwa PPKM satu bulan terakhir menunjukkan dampak penularan sudah mulai dapat ditekan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Ahyani Raksanagara, Ahad (1/8).

Ia mengatakan, kondisi tersebut membuat fasilitas kesehatan seperti rumah sakit memiliki ruang untuk merespon kebutuhan masyarakat. Saat ini, keterisian tempat tidur bagi pasien Covid-19 di rumah sakit menurun dengan angka 61.41 persen.

Namun begitu, Ahyani mengatakan kondisi saat ini relatif masih belum kembali ke posisi aman sebab angka penyebaran Covid-19 masih jauh dari titik terendah pada sebelum bulan puasa. Kondisi saat ini dapat dipertahankan jika disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Kondisi aman ini masih mungkin tercapai dengan mempertahankan kedisiplinan melaksanakan 5M dalam pelaksanaan PPKM sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Pusat data dan informasi Covid-19 Kota Bandung melansir hingga Sabtu (31/7) kemarin, total konfirmasi mencapai 37.331 kasus dengan konfirmasi harian mencapai 339 kasus. Konfirmasi aktif sebanyak 8.855 kasus, konfirmasi sembuh 27.218 kasus dan meninggal dunia 1.258 kasus.

10 kecamatan penyumbang konfirmasi aktif tertinggi yaitu Kecamatan Bojongloa Kaler 605 kasus, Antapani 567 kasus, Rancasari 563 kasus, Coblong 517 kasus. Kiaracondong 505 kasus, Batununggal 488 kasus, Sukasari 461 kasus, Bandung Kulon 355 kasus, Lengkong 333 kasus dan Mandalajati 330 kasus.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Pengelola Pantai Balongan Indah Kibarkan Bendera Putih

DIY Catatkan Penurunan Pelanggaran Selama PPKM Level 4

Polda Sumbar Salurkan Bantuan 1,5 Ton Beras pada Masyarakat

Ada Kuota Kemendikbud, Wifi Publik di Bogor tak Diperpanjang

Dedie Rachim Minta Jeda Waktu Pemberian Vaksin jadi 14 Hari

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image