DPR Minta Pemerintah Beri Kemudahan Izin masuk Produk Alkes

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Agus raharjo

 Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/8).
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/8). | Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta--Satuan tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, melakukan inspeksi kantor Pelayanan Utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (3/8). Ia meminta pemerintah mendukung kemudahan birokrasi izin masuk untuk alat kesehatan (alkes) yang masuk ke Indonesia.

"Kami berupaya melakukan integrasi dan sinkronisasi mengenai barang-barang yang masuk. Sehingga kami apresiasi kepada pihak bea cukai yang telah memberikan kemudahan," ujar Dasco di kantor Pelayanan Utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (3/8).

Aturan yang dimiliki bea cukai saat ini telah mempermudah seluruh pihak yang ingin berpartisipasi melawan Covid-19. Khususnya dalam memasukkan alkes yang sangat dibutuhkan saat itu. "Kemudahan peraturan untuk memasukkan barang kebutuhan untuk Covid seperti alat kesehatan, obat-obatan, dan tabung gas," ujar Dasco.

Pihak bea cukai, kata Dasco, telah membuka loket 24 jam untuk terus mengawasi masuknya barang-barang ke Indonesia, terutama adalah alkes. Ia berharap, pelayanan tersebut terus ditingkatkan agar mempermudah masyarakat.

"Kami harapkan hal ini terus berlangsung kepada bea cukai yang ada di garis depan. Kami berikan apresiasi juga kepada para petugas yang tidak kenal lelah," ujar Ketua Harian Partai Gerindra itu.

Sebelumnya, Kantor Staf Presiden (KSP) mendukung adanya bantuan transportasi untuk impor bahan baku obat dan obat-obatan guna penanganan Covid-19. Hal ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan dan mempercepat distribusi obat-obatan untuk pasien Covid-19.
 
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengaku sudah menyampaikan berbagai permasalahan tersebut dalam rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo. Oleh karena itu pihaknya menggelar rapat koordinasi untuk meminta informasi terkait pengadaan obat-obatan penanganan Covid-19.
 
"Permasalahan sudah saya sampaikan di rapat terbatas. Untuk transportasi nanti ada dukungan dari TNI, kemudian masalah clearance bea cukai harus dipercepat. Kami butuh informasi detail terkait apa yang mau diimpor, berapa besarnya, dan jenisnya apa saja. Sehingga bisa terakomodasi dengan baik dan segera kita percepat prosesnya," ungkap Moeldoko.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Fraksi Gerindra Minta Aparat Persuasif Tegakan PPKM

DPR Minta Penerapan PPKM Darurat tak Multitafsir

Panja RUU Otsus Papua Sepakati 21 DIM Substansi Tetap

RUU Ketentuan Perpajakan Disebut tak Bisa Selesai Tahun Ini

Komisi VII Minta Stimulus Tarif Listrik Dipertahankan

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image