Vaksin Terbatas, Bupati: Masyarakat Garut Kecewa

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andi Nur Aminah

Pelaksanaan vaksinasi untuk pralansia dan lansia di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Sabtu (12/6).
Pelaksanaan vaksinasi untuk pralansia dan lansia di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Sabtu (12/6). | Foto: Diskominfo Garut

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menilai distribusi vaksin Covid-19 yang diberikan pemerintah pusat ke daerah sangat terbatas. Padahal, antusias masyarakat untuk menjalani vaksinasi sangat tinggi. "Masyarakat Garut kecewa, dan kami juga kecewa, karena vaksin yang diberikan pemerintah pusat itu sangat terbatas," kata Bupati Garut, Rudy Gunawan, Senin (23/8).

Ia menyebutkan, saat ini masyarakat Kabupaten Garut sedang semangat-semangatnya menjalani vaksinasi. Ia menyontohkan, sentra vaksinasi yang digelar di Pendopo Kabupaten Garut selalu diserbu oleh masyarakat yang ingin menjalani vaksinasi.

Baca Juga

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, masyarakat yang datang untuk menjalani vaksinasi di Pendopo Garut cukup ramai. Tak hanya masyarakat umum yang datang, melainkan juga terdapat siswa sekolah.

Rudy menambahkan, vaksinasi yang dilakukan di puskesmas-puskesmas juga selalu dihadiri banyak masyarakat. "Misalnya kita melakukan vaksinasi dengan bawa 100 vaksin, yang datang itu 150 orang. Yang 50 orang lainnya yang tak bisa divaksin kan jadi kecewa," kata dia.

Menurut dia, pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Garut saat ini bukan hanya mengandalkan stok vaksin yang didistribusikan melalui dinas kesehatan. Vaksinasi di Kabupaten Garut juga dilakukan oleh TNI dan Polri. "Jadi kalau dinas kosong, kita harus saling pinjam dari TNI dan Polri," kata dia.

Rudy mengatakan, pihaknya juga sebenarnya ingin melakukan vaksinasi di objek wisata, yang menyasar para pelaku usaha. Namun, apabila stok vaksin masih terbatas, rencana itu sulit direalisasikan. "Kalau vaksinnya tak ada, susah. Sekarang vaksin kita kosong," ujar dia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani mengatakan, pihaknya menerima distribusi terakhir vaksin pada pekan lalu. Sebagian vaksin itu disebut telah langsung didistribusikan ke puskesmas. "Sisanya kita sebar pekan ini. Mudah-mudahan pekan ini setiap puskesmas bisa melaksanakan vaksinasi lagi," kata dia.

Ia menyebutkan, saat ini stok vaksin yang tersisa di Kabupaten Garut terdapat 15.450 dosis Sinovac, 4.013 Sinopharm, 11.060 Moderna, dan 5.000 dosis vaksin dari TNI. Menurut dia, stok vaksin itu diperkirakan habis tak sampai sepekan.

"Memang antara harapan masyarakat dan ketersediaan vaksin kurang berimbang. Sebab, antusias masyarakat sangat tinggi, terutama di daerah perkotaan. Sekarang juga vaksinasi jadi syarat masuk mal. Sementara vaksin terbatas," kata dia.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Garut hingga Ahad (22/8), sebanyak 277.434 orang di Kabupaten Garut sudah menjalani vaksinasi dosis pertama. Sementara untuk vaksinasi dosis kedua baru menyasar 118.444 orang. Sementara sasaran total masyarakat yang harus divaksin di Kabupaten Garut berjumlah 1.977.713 orang.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Tak Pakai Moderna, Presiden Taiwan Pilih Vaksin Buatan Lokal

Vaksinasi Covid-19 Bagi Warga Binaan di Medan

KSPI: Kasus Penularan COVID-19 di Pabrik Turun

Mulai Hari Ini, Warga Jakarta Bisa Divaksin Pfizer

Sleman Target Vaksinasi Capai 80 Persen Akhir September

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

[email protected]

Ikuti

× Image