Bupati Bogor Tingkatkan Produktivitas Cabai di 59 Hektare

Red: Ratna Puspita

Bupati Bogor Ade Yasin.
Bupati Bogor Ade Yasin. | Foto: Republika/Shabrina Zakaria

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Bupati Bogor Ade Yasin berupaya meningkatkan produktivitas komoditas unggulan jenis tanaman cabai di 59 hektare lahan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. "Tahun 2020 produksi cabai Kabupaten Bogor 57.433 kuintal," kata dia usai meninjau panen cabai di Desa Tugu Jaya, Cigombong, Kabupaten Bogor, Selasa (24/8).

Ia bertekad meningkatkan produktivitas cabai di enam kecamatan tersebut, meski kini harga cabai sedang turun. Enam kecamatan yang menjadi lokasi penanaman cabai yaitu Cigombong, Cijeruk, Caringin, Pamijahan, Dramaga serta Sukamakmur.

Baca Juga

"Saat ini harga cabai kurang baik, mungkin karena kebutuhan akan cabai menurun. Dengan diberlakukannya PPKM darurat dan level 4, banyak restoran dan rumah makan yang terdampak, tentunya berimbas kepada kebutuhan bahan-bahan makanan termasuk cabai," paparnya.

Ade Yasin mengaku akan tetap menggenjot geliat perekonomian masyarakat lewat sektor pertanian, imbas pandemi. "Saya sudah instruksikan kepada dinas-dinas terkait agar tak luput dan terus menggenjot perekonomian kita," kata Ade Yasin.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu juga berharap pada produktivitas pertanian lainnya, termasuk penjualan tanaman hias yang malah mengalami lonjakan saat pandemi. Sebab, ia mencatat hasil ekspor tanaman hias ke berbagai negara dari Kabupaten Bogor bisa menghasilkan devisa hingga Rp700 juta per hari.

"Terdapat 622 petani eksportir dari Kabupaten Bogor tergabung dalam 52 perusahaan yang mengeluarkan phytosanitary atau ijin ekspor, dengan rata-rata devisa negara Rp500 juta hingga Rp700 juta per hari," kata Ade Yasin.

Kemudian, capaian lainnya di bidang pertanian yaitu produksi kopi robusta yang bisa menembus angka 4.004 ton dalam setahun, melebihi angka target tahunan yang hanya 3.000an ton. "Kabupaten Bogor sangat kaya akan kekayaan alamnya, tanah-tanah yang subur dapat diolah untuk pertanian dan perkebunan. Sistem dan teknologi bidang pertanian yang kita edukasikan terus juga membuahkan hasil," tuturnya.

Padahal, menurutnya target produksi kopi robusta di Kabupaten Bogor yang sudah diproyeksikan hingga tahun 2023 yaitu hanya 3.726 ton setahun. Tak hanya kopi robusta, petani di Kabupaten Bogor juga menghasilkan jenis kopi lainnya, yakni arabika sebanyak 473 ton dan seberat 542 ton.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Rp 507,4 Miliar Dianggarkan untuk Renovasi Masjid Al Jabbar

Pembukaan Kembali Mall di Bogor

Baru 4 Kabupaten di Jabar yang Bisa Buka Tempat Wisata

Di Kabupaten Bogor, Siswa Sekolah di Kelas Mulai Rabu

Pemkot Depok Gencarkan Vaksinasi Covid-19

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image