Depok Mulai Gelar PTM Terbatas pada Oktober

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Mas Alamil Huda

Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada siswa di Gebyar Vaksinasi, SMK Setia Negara, Depok, Jawa Barat, Sabtu (28/8/2021). Dinas Kesehatan Kota Depok bekerja sama dengan Brimob polri melakukan percepatan vaksinasi COVID-19 massal bagi pelajar dengan target sekitar enam ribu orang yang bertujuan untuk persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada siswa di Gebyar Vaksinasi, SMK Setia Negara, Depok, Jawa Barat, Sabtu (28/8/2021). Dinas Kesehatan Kota Depok bekerja sama dengan Brimob polri melakukan percepatan vaksinasi COVID-19 massal bagi pelajar dengan target sekitar enam ribu orang yang bertujuan untuk persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). | Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok menyatakan, pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas akan dilaksanakan pada Oktober 2021 mendatang. Ketentuan tersebut akan dituangkan melalui Peraturan Wali Kota (Perwal) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

"PTM bakal dimulai bulan Oktober 2021. Pedoman terkait hal ini nanti dituangkan dalam perwal, tapi kita masih membahas lagi dengan bagian hukum dan bersama pihak terkait minggu depan," ujar Kepala Disdik Kota Depok, Mohamad Thamrin di Balai Kota Depok, Senin (30/8).

Menurut Thamrin, saat ini pihaknya sedang melakukan pengecekan ulang terkait prasarana protokol kesehatan di setiap sekolah. Termasuk kerja sama sekolah dengan Puskesmas di Kota Depok.

"Hingga 10 September 2021 akan ada pengecekan terkait persiapan sekolah. Mulai dari tempat cuci tangan, toilet sekolah, hand sanitizer, masker cadangan, hingga pengecekan suhu tubuh," jelasnya.

Ia menambahkan, pihak sekolah juga akan memberikan sosialisasi kepada orang tua siswa mengenai PTM Terbatas. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada para orang tua terkait mekanisme pelaksanaan PTM.

"Kemudian, daftar ceklis sekolah terkait prasarana protokol kesehatan (Prokes) serta guru dan siswa wajib divaksin. Kalau siswa SMP kita yang sudah divaksin masih di bawah 25 persen sedangkan guru sudah di atas 80 persen. Sedangkan siswa SD dan TK tidak wajib vaksin," pungkas Thamrin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Ganjar Pantau Protokol Kesehatan Saat PTM Terbatas

Legislator: Vaksinasi Mesti Jadi Dasar Pemberian Izin PTM

PTM di Banyumas Diperkirakan Mulai Awal September 2021

PTM Terbatas di Bandung Dilaksanakan Bertahap

KPAI: 88 Persen Peserta Didik Bersedia Divaksinasi

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image