Selasa 31 Aug 2021 08:50 WIB

Kematian Akibat Covid-19 di Surabaya Menurun

Bahkan pada 29 Agustus 2021, pemakaman akibat Covid-19 di TPU Surabaya tidak ada.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Bilal Ramadhan
Petugas kesehatan membawa peti mati yang berisi jenazah korban COVID-19 ke dalam ambulans untuk dibawa ke pemakaman, di kamar mayat darurat yang didirikan karena rumah sakit dipenuhi kasus infeksi, di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, Sabtu, 10 Juli 2021
Foto: AP/Trisnadi
Petugas kesehatan membawa peti mati yang berisi jenazah korban COVID-19 ke dalam ambulans untuk dibawa ke pemakaman, di kamar mayat darurat yang didirikan karena rumah sakit dipenuhi kasus infeksi, di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, Sabtu, 10 Juli 2021

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita mengklaim penyebaran Covid-19 di Surabaya mulai terkendali. Hal itu dibuktikan dengan menurunnya angka kematian Covid-19.

Febria mencontohkan, pada 23 Agustus 2021, total pemakaman yang dilakukan secara prokes dilakukan yerhadap 13 jenazah. Kemudian pada 24-25 Agustus, angka pemakaman Covid-19 turun menjadi 10 jenazah.

“Lalu pada 26 turun menjadi 9 jenazah, pada 27 menjadi 8 jenazah, pada 28 Agustus menjadi 6 jenazah. Itu total kumulatif dari tiga tempat ya, yakni TPU Babat Jarawat, TPU Keputih, dan Krematorium,” kata Febria di Surabaya, Senin (30/8).

Febria melanjutkan, pada 29 Agustus 2021, jumlah pemakaman yang dilakukan secara prokes nihil. Artinya, tidak ada satupun pemakaman prokes yang dilakukan di TPU Babat Jerawat, TPU Keputih, maupun Krematorium.

Febria mengurai penyebab penurunan angka kematian yang paling mendasar adalah komitmen dari pemkot untuk memastikan semua kasus konfirmasi ditatalaksana secara cepat. Khususnya upaya 3T (Testing, Tracing, Treatment) dan percepatan cakupan vaksinasi.

“Kita juga lakukan testing secara masif, tracing kasus kepada kurang dari 48 jam.  Lalu evakuasi kasus konfirmasi kurang dari 24 jam ke tempat isolasi terpusat  (isoter) dan memastikan tidak ada isolasi mandiri di rumah,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement