'Pemerintah Harus Belajar dari Ledakan Covid-19 di AS'

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Ratna Puspita

Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengatakan, ledakan kasus Covid-19 di Amerika Serikat dalam sepekan terakhir harus jadi peringatan bagi Indonesia. (Foto: Ilustrasi Kasus Covid-19 Tinggi)
Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengatakan, ledakan kasus Covid-19 di Amerika Serikat dalam sepekan terakhir harus jadi peringatan bagi Indonesia. (Foto: Ilustrasi Kasus Covid-19 Tinggi) | Foto: republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengatakan, ledakan kasus Covid-19 di Amerika Serikat dalam sepekan terakhir harus jadi peringatan bagi Indonesia. Ia meminta pemerintah tetap waspada meskipun kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami penurunan.

“Kita tidak mau ledakan kasus Covid-19 seperti yang terjadi di Amerika Serikat terjadi di Tanah Air.  Karena itu, kita tidak boleh meniru perilaku warga Amerika yang abai terhadap protokol kesehatan," ujar Rahmad lewat keterangan tertulisnya, Selasa (31/8).

Baca Juga

Berkaca dengan Amerika Serikat, ia mengatakan, kasus Covid-19 memang sempat mengalami penurunan yang signifikan. Program vaksinasi juga telah menjangkau lebih dari 51 persen warganya.

'Tapi, seperti kita ketahui, minggu terakhir ini kasus melonjak hingga lebih 1.000 persen. Artinya, dalam seminggu ini kasus yang sebelumnya 11 ribu naik jadi 160 ribu hingga 200 ribu per hari," ujar Rahmad.

Lonjakan kasus yang terjadi di Amerika tersebut disebabkan oleh anggapan bahwa Covid-19 sudah mau menghilang. Karena itu, warganya berperilaku kebablasan dan tak lagi menerapkan protokol kesehatan.

"Warga Amerika banyak yang abai karena mengira Covid sudah mau hilang, Covid tidak ada lagi. Kedua, menyusul turunnya kasus harian sehingga pemerintah setempat membuat pelonggaran-pelonggaran," ujar Rahmad.

Ia mengimbau semua pihak di Indonesia untuk saling mengingatkan bahwa Covid-19 masih ada. Pelonggaran untuk masyarakat harus tetap dipantau pemerintah, agar lonjakan kasus tak kembali terjadi.

“Kita tidak boleh melonggarkan disiplin dan protokol kesehatan harus tetap kencang diikat pinggang hingga Covid itu benar-benat lemah,” ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Canberra Perpanjang Lockdown 2 Pekan akibat Varian Deltan

Australia akan Terima 500 Ribu Dosis Vaksin dari Singapura

ASN Muba Peduli Bencana, Ringankan Beban Warga Saat Pandemi

Korsel akan Tawarkan Booster Vaksin Covid-19 Mulai Oktober

Mayoritas Kelurahan Surabaya Menyandang PPKM Level 1

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image