Belum Ada Bukti Covid Varian MU Lebih Ganas dari Delta

Red: Bayu Hermawan

Virus Covid-19 (ilustrasi)
Virus Covid-19 (ilustrasi) | Foto: Pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Ahli Virologi Universitas Udayana Bali, Prof I Gusti Ngurah Kade Mahardika, mengatakan belum ada bukti Covid-19 varian MU lebih ganas daripada varian Delta. Selain itu, penyebaran varian MU juga tidak secepat varian delta.

"Bisa dilihat daya sebar varian MU tidak secepat varian delta. Justru varian delta ini lebih cepat dari MU. Selain itu, belum ada bukti apakah lebih ganas MU daripada delta atau sebaliknya," kata Prof Kade Mahardika di Denpasar, Bali, Senin (6/9).

Baca Juga

Prof Kade Mahardika mengatakan, penyebaran MU itu jauh lebih lambat daripada varian delta. Sementara untuk tingkat keparahan dari masing-masing varian virus tersebut belum ada data dan bukti yang pasti.

"Untuk yang sudah vaksinasi, saya kira masih berkhasiat dengan kekebalan tubuh yang baik. Sehingga belum perlu untuk dikhawatirkan," ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa varian MU saat ini sudah menjadi varian yang perlu dipelajari. Awal 2021 sudah dikabarkan muncul di Kolombia, selain itu tidak hanya di Kolombia varian MU juga menyebar di wilayah lain dengan persentase yang rendah.

Menurutnya, munculnya varian MU bisa jadi turunan dari varian Alpha yang menyebar dari Inggris. Bila dibandingkan dengan varian delta, varian MU tidak menyebar secepat varian delta.

"Bahkan varian delta muncul bulan belakangan daripada varian MU tapi sudah dominan. Di dunia 70 hingga 90 persen virus yang bersirkulasi adalah varian delta," jelasnya.

Prof Kade Mahardika mengatakan, bahwa saat ini penting adanya memperketat keluar masuknya orang asing ke Indonesia. Aturan PCR dan karantina untuk tidak dilonggarkan. 

"Yang penting masuknya orang asing ke Indonesia dan diikuti PCR negatif lalu karantina 5 hari. PCR negatif itu jangan dilonggarkan dan tetap ketat dijalankan. Saya yakin belum ada negara yang aman dan bisa menekan masuknya varian baru dari luar. Jadi seminimal mungkin bisa cegah risiko masuk ke Indonesia," ujarnya.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Terkait


BRIN Kaji Efektivitas Vaksin Terhadap Varian Covid Mu

Guru Besar FKUI Ingatkan Varian Baru Covid Bisa Lebih Bahaya

Varian Mu Belum Terdeteksi, Mayarakat Jangan Abai Prokes

Penyebaran Covid-19 Mu di Amerika Latin Terus Dipantau

5 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Varian Covid-19 Mu

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image