PTM Digelar Besok, Walkot Bandung Minta Prokes Ditingkatkan

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Bilal Ramadhan

Jelang rencana dilakukannya Pendidikan Tatap Muka (PTM), suasana di kawasan pertokoan perlengkapan sekolah mulai ramai pengunjung di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Rabu (1/9). Pembelajaran tatap muka di Kota Bandung, rencananya akan dilaksanakan pekan depan. PTM dilakukan secara terbatas dengan prokes ketat dan sejumlah aturan, seperti jumlah siswa hanya 50 persen setiap ruang kelas dengan pola pengaturan waktu, membawa makanan dan minum sendiri.
Jelang rencana dilakukannya Pendidikan Tatap Muka (PTM), suasana di kawasan pertokoan perlengkapan sekolah mulai ramai pengunjung di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Rabu (1/9). Pembelajaran tatap muka di Kota Bandung, rencananya akan dilaksanakan pekan depan. PTM dilakukan secara terbatas dengan prokes ketat dan sejumlah aturan, seperti jumlah siswa hanya 50 persen setiap ruang kelas dengan pola pengaturan waktu, membawa makanan dan minum sendiri. | Foto: Edi Yusuf/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wali Kota Bandung, Oded M Danial meminta agar seluruh sekolah meningkatkan kesiapan penerapan protokol kesehatan jelang pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada Rabu (8/9). Ia pun mengimbau orang tua siswa memberikan arahan kepada anak untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Pada prinsipnya saya mengimbau kepada pertama kepada Dinas Pendidikan Kota Bandung agar dalam pelaksanaan PTM betul-betul dipersiapkan terutama kesiapan di masing-masing sekolah," kata Oded.

Ia melanjutkan, orang tua siswa juga harus menekankan anaknya disiplin protokol kesehatan. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19 selama PTM berlangsung.

"Kepada orang tua murid saya mengimbau agar orang tua juga betul-betul membekali anak-anak memberikan arahan kepada siswa agar mereka betul-betul bisa memperhatikan prokes selama proses belajar PTM dan dari sekolah betul-betul prokes diperhatikan," katanya.

Oded menambahkan, kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat dan siswa di Kota Bandung sudah mencapai 60 persen lebih. Ia berharap target vaksinasi Covid-19 dapat tercapai 70 persen di akhir September dapat terealisasi.

"Kalau lihat schedule selama vaksin ada insyallah kita bisa (sesuai target) kembali ke ketersediaan vaksin," katanya. Apabila vaksinasi sudah mencapai 70 persen, ia mengaku tidak serta merta akan melakukan relaksasi tambahan.

Pihaknya tetap akan selalu waspada terhadap kondisi Covid-19 di Kota Bandung termasuk saat ini tengah terjadi penurunan kasus. "Gini kan vaksin itu memang betul bagian daripada indikator upaya-upaya kita tidak serta merta tetap aja kita harus waspada jangan sampai dampak vaksin itu belum tentu hasilnya kita tetap waspada," katanya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Bandung mengungkapkan terdapat 330 sekolah yang telah diverifikasi dinyatakan siap menggelar PTM pada Rabu (8/9) mendatang. Sekolah-sekolah tersebut terdiri dari berbagai jenjang PAUD, TK, SD, SMP dan SMA.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Sudin Parekraf Jakbar Sidak 72 Tempat Usaha Selama PPKM

Studi Identifikasi 50 Efek Jangka Panjang Covid-19

17 PTKIN Melakukan PTM Terbatas

Menko Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Ratusan Sekolah di Purwakarta Mulai Menggelar PTM Terbatas

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image