Pelaku Wisata Kota Sukabumi Didorong Perhatikan Kebersihan

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Muhammad Fakhruddin

Pelaku Wisata Kota Sukabumi Didorong Perhatikan Kebersihan (ilustrasi).
Pelaku Wisata Kota Sukabumi Didorong Perhatikan Kebersihan (ilustrasi). | Foto: Balawista Sukabumi

REPUBLIKA.CO.ID,SUKABUMI -- Kawasan wisata di Kota Sukabumi didorong untuk memperhatikan aspek kebersihan. Hal ini disampaikan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi saat membuka pelatihan kebersihan lingkungan, sanitasi, dan pengelolaan sampah di destinasi pariwisata di Hotel Horison, Selasa (7/9).

Kegiatan yang didanai dari DAK nonfisik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini untuk mendorong kesadaran pelaku wisata akan pentingnya kebersihan dan pengelolan sampah. ''Gubernur menginformasikan pasca-Covid ada 7 ekonomi baru, salah satunya ekonomi pariwisata,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi.

Pasalnya, menyadari betapa pentingnya masyarakat merasa bahagia dan menaikkan imunitas, salah satunya di tempat wisata. Sehingga daerah harus mempersiapkan 7 ekonomi baru dan Kota Sukabumi sendiri mempunyai potensi ekonomi pariwisata.

''Meskipun lokasi wisata alam minim, tapi ada potensi lain, seperti heritage dan walking tour lokasi unik dan strategis, serta berbagai potensi wisata lainnya,'' kata Fahmi.

Di mana ketika terjadi peningkatan kunjungan di wilayah wisata jadi daya ungkit pada sektor lainnya. Oleh karena itu, dibutuhkan di lokasi wisata keamanan dan kenyamanan serta kebersihan. Intinya harus ada kesan baik di lokasi wisata baik keamanan dan kenyamanan serta kebersihan.

Bagaimana mengelola tempat wista memperhatikan secara detail kebersihan karena akan memberikan kesan penting terkait tempat wisata apakah bersih atau tidak terawat. ''Saya menyambut baik kegiatan Disporapar mencoba menata potensi wisata di wilayah semakin aman, nyaman, dan bersih,'' kata wali kota.

Berharap sampah nanti ditata, bukan sekadar dibuang karena ada nilai ekonomis ketika mampu dilakukan pemilahan. Bahkan ada orang sukses ketika mengelola sampah.

Di sisi lain bagi kota masalah sampah serius dikarenakan saat ini masih menerapkan pola angkut dan buang tanpa pengelolaan. Dengan kegiatan ini selain membuat nyaman lokasi wisata, juga karena Sukabumi memiliki potensi lain yakni pengelolan sampah memberikan semangat pelaku wisata untuk terus lakukan pembenahan.

Dan bersiap ketika Sukabumi dinyatakan tujuan wisata dengan berbagai percepatan infratruktur. Maka potensi wisata di Kota Sukabumi akan bangkit dan menggerakan roda ekonomi.

''Karena konsisten di PPKM level 3 hasil komunikasi semalam, tempat wisata Sukabumi boleh dibuka dengan standar protokol kesehatan,'' ungkap Fahmi.

Namun jangan sampai ketika lengah ceroboh khawatir naik kasus baru dan meskipun boleh dibuka prokes pengunjung dan lokasi benar benar diperhatikan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Menparekraf Apresiasi Program Desa Berdaya Rumah Zakat

Bencana Alam Terjang Dua Kecamatan di Kabupaten Sukabumi

Polres Sukabumi Kota Gencarkan Vaksinasi ke Santri di Ponpes

Polres Sukabumi Kota Gencarkan Vaksinasi ke Santri di Ponpes

PPKM Diperpanjang, Keramaian Sukabumi Diklaim Bisa Ditekan

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image