Ridwan Kamil Minta Pembuat Sertifikat Vaksin Ilegal Diusut

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Muhammad Fakhruddin

Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti saat ekspose pengungkapan tindak pidana pembuatan sertifikat vaksinasi Covid-19 di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (14/9). Dit Reskrimsus Polda Jabar berhasil mengungkap sindikat yang memperdagangkan serta menawarkan jasa pembuatan sertifikat vaksinasi Covid-19 tanpa melakukan penyuntikan dengan harga Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per sertifikat dari empat orang tersangka, serta mengamankan barang bukti berupa laptop, ponsel dan sejumlah sertifikat vaksin Covid-19. Keempat tersangka tersebut diancam dengan hukuman 12 tahun penjara. Foto: Republika/Abdan Syakura
Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti saat ekspose pengungkapan tindak pidana pembuatan sertifikat vaksinasi Covid-19 di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (14/9). Dit Reskrimsus Polda Jabar berhasil mengungkap sindikat yang memperdagangkan serta menawarkan jasa pembuatan sertifikat vaksinasi Covid-19 tanpa melakukan penyuntikan dengan harga Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per sertifikat dari empat orang tersangka, serta mengamankan barang bukti berupa laptop, ponsel dan sejumlah sertifikat vaksin Covid-19. Keempat tersangka tersebut diancam dengan hukuman 12 tahun penjara. Foto: Republika/Abdan Syakura | Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG----Polisi berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan sertifikat vaksin tanpa vaksinasi di Bandung. Pada kasus tersebut, empat orang ditangkap karena menerbitkan sertifikat vaksin ilegal.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pelaku kriminal kerap mencari peluang berbuat jahat di dalam urusan penanganan pandemi Covid-19.

"Mulai dari kriminalitas bantuan sosial, kriminalitas sertifikat, tidak menyuntikan dosis vaksin, saya kira jawabannya sederhana, setiap ada pelanggaran hukum Polda Jabar akan tegas melakukan penindakan," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil dalam konferensi pers virtual, Selasa (14/9).

Emil pun meminta agar Polda Jabar mengusut tuntas kasus tersebut. Karena dikhawatirkan ada komplotan dalam skala masif yang memperjualbelikan sertifikat vaksin ilegal ini.

"Kita harus selidiki apakah ini hanya receh-receh kecil atau sistematis, kewenangan dan penanganan di Polda Jabar yang terus kita tingkatkan untuk meraih kepercayaan publik," katanya.

Sementara menurut Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri, praktek penyalahgunaan kewenangan dalam penerbitan sertifikat vaksin ilegal ini telah dua kali disingkap petugas.

"Sertifikat asli tapi datanya yang dipalsukan itu sudah dua kali, dua minggu yang lalu dan minggu yang lalu ada. Dan yang kita tangani sudah kita tindak tegas, ada empat pelaku dan sekarang kita proses," kata Dofiri.

Menurutnya, yang disesalkan memang mereka ada yang dari eks relawan, jadi mencederai relawan yang sungguh melaksanakan vaksinasi tapi ada oknum yang memanfaatkan. "Tapi sekali lagi kita tindak tegas, baik mereka yang menyalahgunakan (wewenang penerbitan) baik yang menggunakan," katanya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Vaksin Flu, Bolehkah Diberi Barengan dengan Vaksin Covid-19?

Muzani: Vaksinasi Covid-19 Cara Tingkatkan Kepercayaan Diri

776 Narapidana Lapas Narkotika Pamekasan Tuntas Divaksin

Capaian Vaksinasi Lamongan Tertinggi di Jatim

99,47 Persen Pelajar di Jaktim Wilayah 1 Telah Divaksinasi

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image