Monday, 14 Jumadil Akhir 1443 / 17 January 2022

Monday, 14 Jumadil Akhir 1443 / 17 January 2022

Ada 13 Titik Panas Dilaporkan Muncul di Wilayah NTT

Kamis 16 Sep 2021 21:04 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Asap mengepul akibat kebakaran di hutan yang terdeteksi sebagai titik panas (ilustrasi)

Asap mengepul akibat kebakaran di hutan yang terdeteksi sebagai titik panas (ilustrasi)

Foto: FB Anggoro/ANTARA
Titik panas tersebut terdeteksi berdasarkan analisis peta sebaran titik panas.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak 13 titik panas (hot spot) muncul di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tersebar pada enam kabupaten di provinsi berbasiskan kepulauan itu. 

"Sebanyak 13 titik panas ini terdeteksi muncul pada Kamis (16/9) ini pukul 01.00 hingga 18.00 WITA dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen," kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang BMKG Agung Sudiono Abadi di Kupang. Ia menjelaskan belasan titik panas tersebut tersebar di Kecamatan Pembantu Pantar, Kabupaten Alor satu titik, Kecamatan Atambua Selatan dan Kecamatan Lamaknen di Kabupaten Belu masing-masing dua titik.

Baca Juga

Selain itu Kecamatan Detusoko dan Kecamatan Maurole Kabupaten Ende masing-masing satu titik, Kecamatan Wulanggitan Kabupaten Flores Timur satu titik, Kecamatan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao dua titik dan Kecamatan Haharu Kabupaten Sumba Timur tiga titik. Dia menyebutkan titik panas tersebut terdeteksi berdasarkan analisis peta sebaran titik panas dengan pantauan Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP dan NOAA20 oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Satelit akan mendeteksi anomali suhu panas dalam luasan satu kilometer persegi. Pada suatu lokasi di permukaan bumi akan diobservasi dua hingga empat kali per hari. Sementara pada wilayah yang tertutup awan, dia mengatakan, maka titik panas tidak dapat terdeteksi.

Ia mengatakan citra satelit tersebut hanya menilai anomali reflekstifitas dan suhu sekitar yang diinterpretasikan sebagai titik panas namun penyebab adanya anomali tersebut tidak dapat dipastikan. Kondisi kekeringan dan embusan angin yang kencang juga menjadi penyebab tidak langsung dalam sebaran suatu titik panas tersebut. 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA