Bangun RS, Jasa Sarana Tawarkan Skema BOT ke Daerah

Red: Hiru Muhammad

Menurut Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq, saat ini pihaknya bersama Aspen Medical Australia sudah menuntaskan pembentukan perusahaan patungan bernama PT Sanusa Medical Hospitals
Menurut Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq, saat ini pihaknya bersama Aspen Medical Australia sudah menuntaskan pembentukan perusahaan patungan bernama PT Sanusa Medical Hospitals | Foto: istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--BUMD PT Jasa Sarana terus memproses penugasan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk membangun rumah sakit di sejumlah daerah.

Menurut Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq, saat ini pihaknya bersama Aspen Medical Australia sudah menuntaskan pembentukan perusahaan patungan bernama PT Sanusa Medical Hospitals.  “Sahamnya dimiliki Aspen Medical dan Jasa Sarana, pembentukannya 2 Agustus kemarin,” ujar Hanif kepada wartawan, Rabu (22/9).

Hanif mengatakan, usai PT Sanusa Medical Hospitals ( PT SMH) terbentuk, maka alur dan proses penugasan pembangunan rumah sakit yang diberikan pada pihaknya mulai bisa bergulir. “Sekarang kami tengah melakukan penjajakan berbagai skema kerjasama dengan pemerintah daerah terutama terkait penyediaan lahan,” katanya.

Menurutnya, ada tiga daerah yang tengah dijajaki pihaknya yakni Subang, Karawang dan Sukabumi. PT SMH sendiri menawarkan sejumlah kerja sama antara lain built operate transfer (BOT) dimana pihaknya menyewa lahan pada daerah dengan jangka waktu tertentu kemudian membangun rumah sakit lalu menyerahkan pada daerah sebagai aset setelah kurun waktu kerjasama selesai.

“Kami sedang menyurati salah satu pemerintah daerah bisa tidak asetnya kami sewa, setelah 30 tahun kami serahkan bangunannya, setiap tahun kami bayarkan uang sewanya. Kami mencari skema yang terbaik karena lahan ini merupakan aset pemda,” paparnya.

Opsi lain, kata dia, yakni pemilik lahan mengkonversi lahan sebagai penyertaan modal agar ikut dalam porsi kepemilikan rumah sakit sejak awal. SMH juga sudah menyiapkan opsi beli atau pengadaan lahan sendiri untuk rumah sakit. “Untuk lahan sendiri sedang dicari di lahan kawasan industri, kami sudah kontak kawasan industri di Karawang dan Bekasi, lagi survei lokasi juga,” katanya.

Namun, Hanif berharap, skema BOT diambil daerah mengingat skema tersebut memberikan keuntungan pada daerah mulai dari pemasukan sewa per tahun hingga kepemilikan bangunan jika kerjasama telah selesai. “Paling mudah itu beli lahan sendiri, tapi kami memikirkan skema terbaik bagi daerah,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan dalam West Java Investment Summit 2020 lalu ada keberhasilan Jawa Barat menggaet Rp 14 triliun dana dari pihak ketiga melalui skema KPBU untuk membangun rumah sakit.“Ini mengejar 23-25 rumah sakit dalam 15 tahun ke depan bukan dari dana APBD, karena kita berhasil membawa target pembangunan tapi tidak menggunakan APBD,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Menurutnya upaya ini merupakan perwujudan narasi pihaknya yang berencana membangun Jawa Barat tanpa harus memakai dana APBD. Pihaknya juga menugaskan BUMD PT Jasa Sarana untuk memikul penugasan tersebut.

“Jasa Sarana bermitra dengan Australia. Australia membawa Rp14 triliun sebagai tahap satu. Nah nanti 2021 akan dibangun dicicil  di seluruh wilayah Jawa Barat bagian dari RPJMD juga. bahwa Covid-19 ini harus mengedepankan kesiapan infrastruktur kesehatan juga,” katanya.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Terkait


Warga Keluhkan Lambatnya Klaim Biaya Perawatan Covid-19 

Emil Ingin Petani Milenial di Jabar Digenjot 10 Kali Lipat

25 September, Kabayan Milenial Bersinar Tayang di TVRI

Pemkot Depok Harap Bisa Gunakan TPPAS Lulut Nambo pada 2022

Pemerintah Upayakan Ketersediaan Isotank untuk Daerah

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image